Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Lebih Rumit dari Indonesia! Ini Sistem Pendidikan di Jerman yang Tidak Ada SD, SMP, dan SMA, Yuk, Pahami!

A. Nugroho • Kamis, 25 September 2025 | 21:11 WIB
Ilustrasi sistem sekolah di Jerman
Ilustrasi sistem sekolah di Jerman

 

RADAR MALANG - Indonesia memiliki sistem pendidikan yang cukup beragam dan program wajib belajar selama 12 tahun. Mulai dari SD yang dilaksanakan selama 6 tahun, SMP dan SMA selama 3 tahun. Lebih rumit lagi dengan adanya perubahan kurikulum yang terjadi apabila adanya pergantian menteri pendidikan.

 

Beberapa lapisan masyarakat juga belum mendapatkan pendidikan yang layak dikenakan kurangnya akses, kurangnya SDM, dan kurangnya perhatian dari pemerintah. Mungkin pemerintah perlu untuk melihat sistem pendidikan di negara lain dan menerapkan di Indonesia.

 

Jerman adalah salah satu negara yang memiliki sistem pendidikan cukup baik bagi warganya. Salah satu yang menjadi pembeda adalah adanya pembebasan biaya pendidikan yang dilakukan melalui kebijakan subsidi silang. Pemerintah Jerman juga mengutamakan hal yang komperhensif bagi siswa. apakah mau menjadi ilmuwan atau menjadi seorang yang siap kerja dengan keahlian khusus setelah melalui pendidikan. Berikut ini adalah sistem pendidikan yang diterapkan di negara Jerman.

 

  1. Pra Sekolah - Kindergarten

Setara dengan taman kanak-kanak yang bisa diikuti dari umur 3-6 Tahun. Pendidikan ini dinamakan Vorschulische Einchtungen yang berarti Persiapan sebelum Pendidikan. Penyelenggara Kindergarten paling banyak adalah gereja-gereja dan organisasi sosial.

 

  1. Pendidikan Dasar - Primary School

Biasa dikenal dengan Grundschule, dengan lama pendidikan umumnya 4 tahun, di mulai dari usia 6-9 tahun. Kecuali ibu kota negara yakni Berlin yang melaksanakan sistem 6 tahun.

 

Negara bagian yang lainnya memberikan pelajaran-pelajaran khusus pada grade 5 dan 6 untuk persiapan masuk ke program program sekolah menengah. Sehingga siswa dapat dengan mudah pindah dari program satu ke program yang lainnya sesuai dengan program yang diingini. Pada akhir grade 4 atau grade 6 siswa diarahkan ke program-program berbeda seperti yang tersedia di sekolah menengah.

 

  1. Sekolah Menengah - Lower Secondary Education

Terdiri dari 4 jenis yakni Hauptschule, Realschule, Gymnasium, dan Gesamtschule. Untuk memasuki Hauptschule, Realschule atau Gymnasium, seseorang harus melalui Orienterungsstufe atau Tahapan Orientasi. Di tahap ini diteliti bakat dan kemampuan dari anak dan tahap ini menentukan kemana tujuan seorang anak selanjutnya. Hauptschule dan Realschule lebih ditekankan kepada anak yang ingin langsung kerja bila telah menyelesaikan sekolah.

 

Realschule adalah sekolah menengah yang berlangsung selama 5-6 tahun, biasanya dari usia 10-16 tahun. Realschule bertujuan untuk mempersiapkan siswa untuk memasuki dunia kerja atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, seperti Fachhochschule, setara dengan Politeknik. Realschule fokus pada pengembangan keterampilan praktis dan teoretis, serta mempersiapkan siswa untuk memasuki dunia kerja.

 

Hauptschule adalah sekolah menengah yang berlangsung selama 5-6 tahun, biasanya dari usia 10-16 tahun. Hauptschule bertujuan untuk mempersiapkan siswa untuk memasuki dunia kerja atau melanjutkan pendidikan ke Berufsschule, setara dengan sekolah kejuruan. Hauptschule fokus pada pengembangan keterampilan praktis dan mempersiapkan siswa untuk memasuki dunia kerja.

 

Gymnasium bertujuan untuk mempersiapkan siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, seperti universitas. Berfokus pada pengembangan keterampilan akademik yang kuat, seperti analisis, sintesis, dan evaluasi. Tujuan akhir Gymnasium adalah mempersiapkan siswa untuk menghadapi ujian Abitur. Abitur adalah syarat utama untuk melanjutkan pendidikan ke universitas di Jerman yang berfungsi sebagai pengukuran kemampuan akademik siswa setelah menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas.

 

Abitur terdiri dari ujian tertulis yang diadakan pada akhir tahun terakhir sekolah menengah atas. Beberapa mata pelajaran juga dapat diujikan secara lisan. Hasil Abitur digunakan sebagai syarat untuk penerimaan ke universitas di Jerman. Lulusan Gymnasium dapat melanjutkan pendidikan ke universitas dan mempelajari berbagai bidang akademik.

 

Cukup rumit, bukan? Namun, sistem pendidikan di negara Jerman bisa dikatakan sangat bagus karena menyesuaikan dengan kelebihan yang dimiliki seorang siswa. Dengan demikian tidak ada alasan salah jurusan, karena sebelum memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi, para siswa di Jerman akan mengikuti tes orientasi minat dan bakat. (dbr)

Editor : A. Nugroho
#Education #pendidikan