MALANG KOTA –100 siswa bersama guru SMK NU Lasem, Rembang, Jawa Tengah berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Malang, Selasa (7/10). Kunjungan ini dilakukan agar para siswa dan guru dari sekolah tersebut mendapatkan tips dan kualifikasi untuk bekerja di industri media. Termasuk agar pemahaman literasi mereka bisa meningkat.
Tak hanya itu, siswa juga diajak mengembangkan soft skills tentang keterampilan komunikasi, kerja sama tim, serta berpikir kritis dalam kunjungan ke media terbaik di Malang Raya ini.
Acara dibuka dengan materi pengenalan sejarah Jawa Pos Radar Malang oleh Manager Pemasaran dan Ekspedisi, Ardi Rully Pratama. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab perkembangan media massa dan eksistensi koran saat ini.
Tidak hanya itu, seluruh siswa SMK NU Lasem juga diajarkan bagaimana membuat berita dari awal penulisan hingga proses editing.
Agar lebih bisa merasakan secara langsung suasana kerja di media, peserta juga diajak untuk berkeliling ke ruang redaksi dan melihat proses layout berita sampai akhirnya diterbitkan. Siswa juga diajak melihat studio podcast Jawa Pos Radar Malang.
Tak hanya menulis pengalaman mereka, para peserta diminta untuk membacakan hasil tulisannya. Dalam kesempatan ini, penulis terbaik mendapatkan hadiah eksklusif dari Jawa Pos Radar Malang.
SMK NU Lasem merupakan sekolah kejuruan swasta di bawah Yayasan Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (NU) Lasem. Berlokasi di Jalan Sunan Bonang kilometer 1, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, sekolah tersebut berdiri sejak 1990.
Sekolah ini memiliki 4 program keahlian yakni Akuntansi, Sekretaris atau Manajemen Layanan Bisnis, Teknik Otomotif, dan Desain Komunikasi Visual (DKV).
Kepala SMK NU Lasem Siti Khuzaymah SPd, dengan mengusung visi unggul, berdaya saing yang berlandaskan IMTAQ, IPTEK dan berbudaya Indonesia. ”Kami berharap seluruh siswa memiliki karakter akhlakul karimah,” ujar Siti.
Siti mengatakan SMK NU Lasem siap mempersiapkan generasi muda siap memasuki dunia kerja di pasar global. “Begitu pula mereka yang ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi serta mengembangkan jiwa wirausaha secara mandiri,” pungkasnya. (bes)
Editor : A. Nugroho