MALANG — SDN Buring Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan belajar yang hijau dan berkarakter. Sejak tahun 2023, sekolah ini telah menjalankan Program Hidroponik Sekolah sebagai bagian dari Program Adiwiyata.
Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan siswa tentang cara menanam tanpa tanah, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
Instalasi hidroponik sederhana dibangun di halaman sekolah menggunakan pipa paralon dengan sistem sirkulasi air nutrisi yang ramah lingkungan.
Kepala SDN Buring, Didik Eko Wiyono, S.Pd menjelaskan bahwa kegiatan hidroponik merupakan salah satu bentuk pembelajaran berbasis proyek (project based learning) yang diterapkan dalam Kurikulum Merdeka.
“Melalui hidroponik, siswa belajar langsung dari pengalaman. Mereka memahami proses tumbuh kembang tanaman, belajar disiplin dalam perawatan, serta mengembangkan kerja sama tim,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini, siswa menanam berbagai jenis sayuran seperti bayam, kangkung, seledri, tomat, dan pokcoy. Setiap kelompok siswa memiliki jadwal tersendiri untuk menyiram, menambah nutrisi, dan mencatat perkembangan tanaman setiap minggu.
Koordinator Adiwiyata SDN Buring, Arofidina Churoh, S.Pd menuturkan bahwa program hidroponik merupakan salah satu langkah nyata sekolah dalam mendukung visi Adiwiyata, yaitu membentuk warga sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.
“Anak-anak sangat antusias karena bisa melihat langsung hasil kerja keras mereka. Kegiatan ini juga melatih mereka untuk lebih menghargai alam dan memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” jelasnya.
Arofidina menambahkan, hidroponik menjadi kegiatan pembelajaran lintas mata pelajaran. Terutama IPAS dan PPKn. Hal ini karena dalam pelaksanaannya program ini bisa menanamkan nilai-nilai tanggung jawab, kemandirian, dan kerja sama.
Hasil panen dari kebun hidroponik SDN Buring tidak dijual melainkan dibagikan kepada warga sekolah. Mulai dari guru, tenaga kependidikan, dan siswa sendiri. Hal ini juga menjadi wujud nyata semangat berbagi dan kepedulian sosial di lingkungan sekolah.
Salah satu siswi kelas 4B, Alya, mengaku bangga bisa ikut menanam dan memanen sayuran. “Rasanya senang sekali melihat tanaman tumbuh subur. Aku jadi ingin punya kebun hidroponik di rumah,” ujarnya ceria.
Melalui program ini, SDN Buring semakin memperkuat perannya sebagai Sekolah Adiwiyata yang aktif menanamkan nilai-nilai cinta lingkungan dan membentuk generasi yang peduli terhadap bumi sejak dini.
Artikel ini ditulis oleh Betalia Lucky Widyawati, S.Pd.SD, Guru Kelas 4 SDN Buring
Editor : A. Nugroho