Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sejak 2018 Pesantren Entrepreneur Muhammadiyah Gondanglegi Produksi Ribuan Porsi Makanan Gizi

Bayu Mulya Putra • Kamis, 16 Oktober 2025 | 17:53 WIB
BERPENGALAMAN: Petugas SPPG PEM Gondanglegi menyiapkan MBG untuk didistribusikan, kemarin (15/10).
BERPENGALAMAN: Petugas SPPG PEM Gondanglegi menyiapkan MBG untuk didistribusikan, kemarin (15/10).

Berdiri sejak 2018, Pondok Pesantren Entrepreneur Muhammadiyah (PEM) Gondanglegi sudah terbiasa menyediakan makanan bergizi untuk santri-santrinya. Untuk menjamin kecukupan gizi dalam program MBG, PEM Gondanglegi bekerja sama dengan ahli gizi dari Puskesmas.

TIAP hari, makanan bergizi diberikan Pondok Pesantren Entrepreneur Muhammadiyah (PEM) Gondanglegi kepada santri-santrinya sebanyak tiga kali. Yang pertama pada pagi hari sekitar pukul 05.00. Berikutnya diberikan siang hari sekitar pukul 10.00. Malamnya diberikan setelah magrib.

Wakil Direktur PEM Gondanglegi Nugroho Yusuf menyampaikan, tiap sesi makan ada 450 prosi yang disediakan. Sehingga dalam sehari, ?mereka bisa memproduksi 1.350 porsi. “Jumlah santri kami sekitar 400. Tetapi kami juga jaga-jaga jika ada yang nambah, jadi persediaannya kami lebihkan,” ucap Nugroho, kemarin (15/10).

Makanan tersebut disediakan di dapur katering. Setiap hari tersedia menu yang berbeda dan tetap memerhatikan prinsip empat sehat lima sempurna. Ketika waktu makan tiba, para santri akan antre dan mengambil makanan secara prasmanan.

Bahan-bahan untuk produksi makanan pun dipilih yang terbaik. Itu dilakukan untuk menjaga kualitas makanannya. Bahkan mulai dari awal pembangunan dapur, sudah dipilih material yang terbaik. “Termasuk peralatan masak sampai proses masaknya juga kami perhatikan demi menjaga kualitas dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tambah Nugroho.

Selain dapur yang dikelola pesantren, di PEM Gondanglegi juga terdapat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang merupakan tindak lanjut kerja sama Badan Gizi Nasional (BGN) dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PPM). SPPG tersebut berjalan sejak 12 Agustus lalu. Karena cukup berpengalaman, mereka tak kesulitan membantu pemerintah mengatasi problem gizi buruk dan stunting di Indonesia.

“Saat ini, SPPG PEM Gondanglegi melayani 3.566 porsi setiap hari dari kuota maksimalnya 4.000 porsi per hari,” ujar Mudir PEM Gondanglegi KH Muh. Fahri. Dengan rincian, alokasi PAUD untuk 155 siswa, RA 28 siswa, TK 354 siswa, SD 570 siswa, SMP 208 siswa, dan SMK 2.261 siswa. Jika ditotal dengan makan bergizi dari pesantren, PEM Gondanglegi memproduksi 4.916 porsi per hari.

Menu MBG tersebut sudah diatur dan ditata dengan rapi oleh ahli gizi SPPG PEM Gondanglegi. Menu yang disajikan tidak hanya sebatas enak. Namun juga memenuhi aspek kesehatan, kebersihan, kehalalan, dan kecukupan kandungan gizi yang dibutuhkan peserta didik. Setiap porsi makanan MBG wajib mencakup lima komponen utama untuk menjamin kelengkapan gizi.

Yakni karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayuran, dan buah. “Agar tidak bosan, menu yang disajikan setiap hari bervariasi. Seperti nasi pecel lele, ayam geprek, kare ayam, telur ayam balado, nasi kuning, rendang, soto, dan yang lainnya,” imbuh Fahri

Pihaknya juga memerhatikan keamanan bahan baku. Oleh karena itu, bahan bakunya berasal dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), supplier lokal, hingga distributor bahan pangan non-UMKM yang terdaftar dan memenuhi standar kualitas dari BGN. (yun/by)

Editor : A. Nugroho
#BGN #PEM #Mbg #gondanglegi #SPPG