Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jaga Kualitas Makanan, Koki Al-Hikmah International Islamic Boarding School (IIBS) Rutin Cek Kesehatan

Mahmudan • Jumat, 17 Oktober 2025 | 16:51 WIB
PASTIKAN AMAN: Seorang pramusaji menyiapkan makanan di Al Hikmah International Islamic Boarding School (IIBS) Kota Batu kemarin (16/10).
PASTIKAN AMAN: Seorang pramusaji menyiapkan makanan di Al Hikmah International Islamic Boarding School (IIBS) Kota Batu kemarin (16/10).

Sebelum pemerintah menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Al Hikmah International Islamic Boarding School (IIBS) Kota Batu sudah terbiasa menyiapkan makanan bergizi untuk siswa. Distribusi makanan setiap hari juga dipastikan aman. Sebab, para koki hingga pramusaji rutin menjalani pemeriksaan kesehatan.

JUMLAH produksi harian di Al Hikmah International Islamic Boarding School (IIBS) Kota Batu cukup sedikit. Dalam sekali makan, dapur memproduksi sekitar 250-300 porsi. Makanan tersebut disalurkan sebanyak tiga kali. Artinya, rata-rata produksi harian dapur mencapai 1.000 porsi per hari.

Manager Operasional Dapur Yayasan Al Hikmah IIBS Kota Batu Faris Ghozi Alamudi mengatakan, jam makan siswa terbagi menjadi tiga waktu. Yakni makan pagi pada pukul 05.30-07.00. Namun sebelum itu, siswa juga menerima susu hangat seusai menunaikan salat subuh pukul 05.00. Kemudian dilanjutkan makan siang disiapkan pada pukul 11.00. “Terakhir makan sore pukul 17.00,” ungkapnya.

Makanan bergizi disantap oleh seluruh warga sekolah. Terdiri atas 63 siswa SMA Al Hikmah IIBS dan 78 SMP Al Hikmah IIBS. Selebihnya merupakan para tenaga pendidik (tendik), guru dan staf.

Distribusi makanan dilakukan dengan semi-prasmanan. Biasanya, lauk akan disajikan langsung oleh pramusaji. Sementara siswa akan mengambil sendiri kebutuhan nasinya. Dengan formasi satu meja berisi enam siswa.

Faris menyebut, mulanya dapur Al Hikmah terpusat di Surabaya. Namun sejak membuka sekolah di Kota Batu pada 2021 lalu, operasional dapur juga dibuka di sana. ”Dapur Al Hikmah IIBS Kota Batu juga telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS),” katanya.

Menurut Faris, higienitas menjadi kunci penting dalam menjalankan dapur. Untuk itu, beberapa bahan makanan yang diolah di dapur juga dikirim dari Surabaya. Di antaranya tepung, minyak, hingga olahan-olahan lauk yang dimasak setengah jadi. “Kami dikirim dari pusat dua kali dalam seminggu, yakni setiap Kamis dan Sabtu,” tuturnya.

Sesampai di sekolah, makanan itu tidak langsung diolah. Ada tiga tim quality control atau ahli gizi yang mengecek kelayakan bahan tersebut. Mulai dari bentuk, aroma hingga rasanya. Setelah dipastikan aman, bahan tersebut diterima untuk selanjutnya diolah hingga matang.

”Kami punya empat koki yang mengolah makanan di dapur,” papar pria asli Kota Surabaya itu. Baik koki maupun pramusaji, seluruhnya sudah dipastikan sudah mengantongi sertifikat penjamah makanan.

Tak hanya itu, mereka juga rutin melakukan cek kesehatan selama enam bulan sekali.  Sebab, dirinya menilai kesehatan pelayan akan memengaruhi kualitas makanan.

Bahkan, peralatan masak dan alat makannya juga secara rutin dites oleh Non-Government Organization (NGO) selama enam bulan sekali. Itu bertujuan memastikan bahwa peralatannya juga aman dan sehat. “Kami juga punya bank sampel untuk menyimpan makanan yang sudah diolah,” imbuh Faris.

Dalam bank sampel itu, makanan akan disimpan selama 1-4 hari sebagai upaya mitigasi. Apabila dalam waktu 2x24 jam ada reaksi kejadian luar biasa pada siswa, sampel makanan akan dibawa ke laboratorium untuk dicek keamanannya.

Dengan berbagai fasilitas tersebut, Faris menegaskan, belum pernah ada keluhan terkait makanan. Siswa yang mengalami alergi juga terpantau secara berkala. Biasanya, pihak dapur akan memberikan setlist menu masakan selama sebulan. “Kalau ada yang alergi, siswa bisa langsung komunikasi ke kami untuk dicarikan opsi lain,” tandasnya. (ori/dan)

Editor : A. Nugroho
#Kota Batu #Mbg #SLHS #Al Hikmah #yayasan