MALANG – Universitas Brawijaya (UB) melalui Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM UB) menggelar program Doktor Mengabdi 2025 dengan tema “Penguatan Kapasitas Petani Jamu di Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang untuk Integrasi Kearifan Lokal dan Ekowisata dalam Mewujudkan Desa Wisata Jamu Berkelanjutan”, Sabtu (27/9).
Acara ini dihadiri perangkat desa, kelompok Asmantoga, serta ibu-ibu PKK yang antusias dalam mengikuti rangkaian acara.
Kegiatan dibuka oleh Prof. Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, M.S., IPU., ASEAN Eng., Ketua Pelaksana Doktor Mengabdi sekaligus Ketua Pusat Inovasi Jamu dan Biofarmaka Universitas Brawijaya. Dalam sambutannya, beliau menekankan potensi keberlanjutan Desa Ngroto sebagai desa wisata jamu yang harus diawali dengan peningkatan kualitas sumber daya masyarakat dan pengelolaan sumber daya alam.
Menurutnya, hal ini akan menjadi dasar yang kuat dan sejalan dengan materi yang kemudian disampaikan oleh Prof. Luchman Hakim, Prof. Yudo Tyasmoro, dan Prof. Elok Zubaidah.
Dalam sesi materi, Prof. Luchman Hakim, S.Si., M.Agr.Sc., Ph.D memaparkan strategi menjadikan desa ramah wisata dengan mengintegrasikan produk jamu lokal ke dalam ekowisata. Prof. Dr. Ir. Setyono Yudo Tyasmoro, M.S. menekankan pentingnya teknik budidaya tanaman jamu berkelanjutan, sementara Prof. Dr. Ir. Elok Zubaidah, MP memberikan contoh cara memperpanjang daya simpan jamu melalui olahan acar jahe.
Peserta juga mengikuti praktik pembuatan jamu yang dipandu oleh Dr. Yuyun Ika Christina, S.Si., M.Si. dan Dr. Yuslinda Annisa, M.Si. Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan produk inovatif berbasis teknologi tepat guna, seperti Javisa (campuran jahe, kunyit, serai, asam, dan stevia), Kenvira (beras kencur dan stevia), serta Djatea (Djamoe Tea) yang dikemas praktis dalam bentuk tea bag. Khusus dalam pengembangan produk, para narasumber menekankan penggunaan stevia sebagai pemanis alami unggulan.
Stevia dinilai lebih sehat karena rendah kalori, aman untuk penderita diabetes, serta mampu meningkatkan cita rasa jamu sehingga produk tradisional lebih diterima masyarakat modern.
Sebagai wujud dukungan, tim Doktor Mengabdi UB menyerahkan peralatan produksi sederhana namun aplikatif, antara lain oven, panci, blender, dan alat masak lainnya. Peralatan ini diharapkan dapat menjadi teknologi tepat guna yang membantu warga Desa Ngroto meningkatkan kualitas dan daya saing produk jamu, sekaligus memperkuat branding Desa Wisata Jamu berbasis kearifan lokal.
Editor : A. Nugroho