MALANG KOTA – Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang kembali mencetak sejarah dengan mewisuda 425 lulusan dari lima fakultas dan program pascasarjana. Prosesi wisuda yang berlangsung penuh khidmat itu menjadi momen syukur sekaligus refleksi bagi kampus Islam yang kian berkembang di Malang Raya.
Rektor Unira Malang H. Imron Rosyadi Hamid, S.E., M.Si., Ph.D dalam sambutannya menegaskan, keberhasilan para wisudawan adalah hasil dari perjuangan panjang sekaligus tanggung jawab besar untuk berkontribusi kepada bangsa.
“Jumlah wisudawan kali ini menunjukkan kontribusi nyata Unira bagi peningkatan sumber daya manusia Malang Raya dan Jawa Timur. Kita berharap para lulusan tampil profesional di atas landasan spiritualitas Islam, tanpa tercerabut dari jati dirinya,” ujarnya.
Rektor Unira menambahkan, pihaknya akan berupaya terus memperkuat jaminan mutu pendidikan dan membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat, termasuk melalui berbagai skema beasiswa dan program pertukaran mahasiswa. “Kami berkomitmen menjaga marwah perguruan tinggi Islam agar siap bersaing di tengah kompetisi global yang semakin ketat,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Unira, Dr. KH. Romadhon Chotib, M.H, menyampaikan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab ilmiah dan moral di tengah masyarakat.
“Setiap jerih payah kalian berbuah hasil hari ini. Tapi jangan berhenti di sini. Jadilah insan berintegritas dan beretika, karena kesuksesan sejati lahir dari kemampuan menghormati guru dan menjaga nilai keilmuan,” pesannya.
Dari unsur pemerintah daerah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Dr. Suwadji, S.IP., M.Si mewakili Pemkab Malang menyampaikan apresiasi terhadap peran Unira sebagai mitra strategis pembangunan daerah. “Ilmu yang kalian peroleh harus bermanfaat. Dunia bergerak cepat, maka generasi muda harus tangguh, berakhlak, dan berintegritas. Kami membuka ruang luas untuk bersinergi dalam riset dan pemberdayaan masyarakat desa,” ucapnya.
Adapun dari Kopertais Wilayah IV, Prof. Dr. Sri Warjiati, S.H., M.H, menekankan pentingnya adaptasi di era Society 5.0. Ia menegaskan lulusan perguruan tinggi Islam harus menjadi insan berilmu yang empatik, inovatif, dan berkarakter. “Wisuda adalah awal babak baru. Gelar akademik bukan gelar sosial, melainkan amanah untuk mengimplementasikan ilmu demi kemaslahatan umat. Unira harus terus memperkuat budaya riset dan pengabdian agar hasilnya memberi manfaat luas,” tegasnya.
Momentum wisuda ini meneguhkan posisi Universitas Islam Raden Rahmat Malang sebagai salah satu pusat pengembangan intelektual Islam yang adaptif terhadap perubahan zaman, sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan.