Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

2.738 Siswa SMA/SMK se-Kota Malang Tak Ikut Tes Kemampuan Akademik

Mahmudan • Selasa, 21 Oktober 2025 | 16:42 WIB
Yang tak ikut TKA.
Yang tak ikut TKA.

MALANG KOTA – Tahun ini tidak ada lagi Ujian Nasional (UN). Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengganti dengan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dijadwalkan 2 November depan. Namun urgensi program baru tersebut diragukan sejumlah sekolah.

Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur Kota Malang dan Kota Batu mengungkap, sementara ini ada enam sekolah di Kota Malang yang tidak ikut TKA. Sedangkan jumlah siswa yang belum mendaftar mencapai 2.738 jiwa. Rinciannya, 2.438 siswa SMK dan 300 siswa SMA/MA se-Kota Malang (selengkapnya baca grafis).

Alasan mereka tak ikut TKA beragam. Dari enam sekolah yang tidak ikut TKA, lima di antaranya SMK. Dua SMK tidak ikut lantaran tidak memiliki siswa kelas XII. Sebab, pelaksanaan TKA hanya bisa diikuti siswa kelas XII.

Sementara tiga SMK lainnya tidak ikut TKA karena memfokuskan anak didik mereka untuk magang dan persiapan di dunia kerja. “Tapi kami tidak bisa memberi detailnya di sekolah mana saja karena yang bersangkutan tidak berkenan disebutkan,” ujar Kasi Cabdindik Provinsi Jawa Timur Kota Malang dan Kota Batu Frenky Minggaryana Dwi Putra kemarin.

Dia mengatakan, para murid SMK ragu dengan keikutsertaan TKA karena mereka masih fokus magang sebagai tugas akhir yang biasa disebut praktik kerja lapangan (PKL). Penyelenggaraan TKA yang berada di tengah semester dikhawatirkan bakal memecah fokus mereka.

Hingga kini, kepastian peruntukan nilai TKA hanya sebagai pendamping nilai rapor untuk Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP). Selain itu, penekanan awal TKA juga direncanakan untuk bahan evaluasi hasil pembelajaran di sekolah. Untuk itu bagi siswa SMK, keikutsertaan TKA dampaknya masih belum signifikan, selain untuk evaluasi satuan pendidikan.

Sebab dari tahun ke tahun, lulusan SMK di Kota Malang mayoritas langsung bekerja. Itu juga diungkapkan Kepala SMK Telkom Malang Rahmat Dwi Djatmiko. Pada November, banyak siswa kelas akhir yang masih menjalani PKL. “Kami atur sedemikian rupa agar anak didik kami bisa lengkap saat hari H TKA,” ujar Rahmat.

Sekolahnya sempat ragu pada awal pengumuman TKA. Namun melihat potensi TKA yang menjadi indikator pemeringkatan sekolah, Rahmat memutuskan mengikutkan semua siswa kelas akhirnya. Menurutnya, tidak ada salahnya mencoba mengikuti TKA.

Sebab nilainya bisa dijadikan bahan evaluasi pembelajaran internal. Selain itu, TKA yang gratis juga menjadi pertimbangan keikutsertaan. TKA memang diperuntukkan bagi seluruh siswa jenjang akhir, mulai SMA/MA/SMK, SMP/MTs, hingga SD/MI.

Di jenjang SMA/MA, antusiasme pendaftar TKA lebih tinggi. Dari 72 satuan pendidikan, hanya satu sekolah yang tidak ikut TKA. Itu disebabkan sekolah swasta itu tidak memiliki murid kelas XII.

”Dari 8.091 siswa pendaftar, mayoritas sudah persiapan TKA sejak awal semester,” ujar Kasi SMA dan PKLPK Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kota Malang dan Kota Batu M. Asrofi. Seluruh SMA Negeri di Kota Malang sudah terdeteksi mendaftar. Hanya menyisakan satu SMA swasta saja.

Menurut dia, sosialisasi TKA di jenjang SMA/MA lebih mudah. Sebab alumninya lebih banyak melanjutkan ke jenjang PT. Itu memicu semangat para murid untuk belajar agar bisa ikut SNBP.

Namun harus dipastikan sekolah memiliki pencahayaan dan ventilasi yang memadai. Juga harus tersedia daya listrik stabil untuk seluruh perangkat. Ruang ujian juga harus terlindung dari kebisingan dan gangguan eksternal. Yang paling penting, dia melanjutkan, sekolah harus memiliki jaringan internet yang stabil.

Untuk meminimalkan potensi kecurangan, peserta diberi jarak duduk yang sesuai. Setiap ruang ditangani oleh satu orang proktor yang bertugas mengoperasikan aplikasi Proktor Browser untuk moda daring atau aplikasi Exambrowser Admin untuk moda semi-daring.

Sementara rasio satu ID proktor melayani maksimal 40 komputer dengan mempertimbangkan perangkat jaringan dan bandwidth. Maksimal satu pengawas ruang untuk 20 peserta ujian.

Menurutnya, pengawasan ekstra perlu. Sebab nilai TKA akan menjadi validator nilai rapor dan termasuk salah satu komponen seleksi di SNBP. Sebab dari tahun ke tahun banyak keluhan soal validasi nilai rapor yang diduga diubah sebelum diunggah.

Untuk itu, dia mengatakan, bagi siswa eligible dan ingin mendaftar PTN lewat SNBP, mau tidak mau harus mengikuti TKA. "Meski tidak wajib, kami tetap sosialisasikan. Keputusan penuhnya ada di sekolah maupun wali murid itu sendiri," tuturnya.(aff/dan)

Editor : A. Nugroho
#cabdindik #tka #ujian nasional #malang #kemendikdasmen