Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Disdikbud Kota Malang Keberatan Bus Halokes Jadi Feeder Trans Jatim

Mahmudan • Rabu, 22 Oktober 2025 | 17:19 WIB
TRANSPORTASI GRATIS: Bus Halokes mangkal di Jalan Kertanegara, Klojen untuk menunggu pelajar yang akan naik
TRANSPORTASI GRATIS: Bus Halokes mangkal di Jalan Kertanegara, Klojen untuk menunggu pelajar yang akan naik

MALANG KOTA – Wacana mengubah bus halokes (sekolah) sebagai feeder atau kendaraan penghubung bus Trans Jatim sulit terwujud. Sebab, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang sebagai pengelola bus halokes keberatan. Alasannya, bus tersebut diperuntukkan bagi pelajar.

Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana mengatakan, sejauh ini transportasi gratis yang disediakan untuk siswa hanya bus halokes. Totalnya ada 15 armada. Enam unit berukuran medium, sedangkan sisanya sembilan unit merupakan microbus, seperti ELF atau Hiace. ”Sampai saat ini kami sangat membutuhkan bus halokes untuk anak-anak sekolah," ujar Jana kemarin.

Dia mengaku baru mendengar wacana tersebut pada Senin lalu (20/10). Hal itu dibahas melalui rapat koordinasi persiapan Bus Trans Jatim, yang dijadwalkan beroperasi akhir November depan.

Jana menerangkan, salah satu keunggulan bus halokes adalah ketepatan waktu. Sejak pukul 05.00, sopir sudah bergerak menjemput siswa sesuai jalur yang ditentukan. Ketika ada kendala di jalan, sopir langsung menghubungi pihak sekolah bahwa siswa yang dibawa terpaksa telat. Hal itu lah memberatkan jika bus halokes harus ditiadakan dan diganti menjadi feeder.

Selain itu, dia mengatakan, keberadaan bus halokes juga meringankan beban orang tua. Tak perlu menambah biaya untuk ongkos angkot. Bagi mereka yang bekerja tak repot mengantarkan anaknya terlebih dulu.

Disinggung mengenai kemungkinan bus halokes digantikan angkot sebagai transportasi pelajaran gratis, Jana menilai, wacana itu membutuhkan perencanaan yang lama. Karena penerapannya minimal harus sesuai standar bus halokes. ”Bus halokes itu ketepatan waktu yang menjadi utama. Mohon maaf kalau dengan angkot, saat ini belum ada yang bisa menjamin (ketepatan waktu)," tutur pria kelahiran Bantul itu. Dia menambahkan, angkot juga perlu peremajaan terlebih dulu, agar siswa bisa nyaman dan aman.

Di lain pihak, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Widjaja Saleh Putra menuturkan, penggunaan bus halokes sebagai feeder merupakan salah satu opsi saja. Belum fixed 100 persen. ”Kami perlu berkoordinasi dengan banyak pihak, terutama disdikbud," ungkapnya.

Dia mengatakan, opsi menggunakan bus halokes karena keterbatasan anggaran. Jika menggunakan armada baru, butuh biaya besar. Bus halokes dianggap layak dijadikan feeder karena kondisi armada yang masih bagus dan prima. "Intinya, kami masih melakukan banyak kajian. Setelah itu baru memutuskan mana yang paling baik sesuai anggaran," pungkas Jaya.(adk/dan)

Editor : A. Nugroho
#feeder #dishub #disdikbud kota malang #bus Trans Jatim