Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

SMK Brantas Karangkates: 98 Persen Lulusannya Terserap Dunia Kerja

Bayu Mulya Putra • Jumat, 24 Oktober 2025 | 17:39 WIB
TEKANKAN KARAKTER: Mayoritas lulusan SMK Brantas Karangkates di Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang sudah terserap dunia kerja.
TEKANKAN KARAKTER: Mayoritas lulusan SMK Brantas Karangkates di Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang sudah terserap dunia kerja.

SUMBERPUCUNG - Hingga tahun ini, SMK Brantas Karangkates mencatat 98,7 persen alumninya sudah bekerja. Ada yang bekerja di industri otomotif, tekstil, alat berat, dan lain-lain. Selain keterampilan, alasan utama alumni SMK Brantas Karangkates sudah banyak bekerja adalah karakteristik lulusannya.

Waka Humas SMK Brantas Karangkates H Sudja'i Sugianto SPd MM menjelaskan, selain diajarkan keterampilan, para siswa juga ditekankan nilai-nilai yang penting untuk dunia kerja. Salah satunya yakni kedisiplinan. ”Jadi sejak hari Senin hingga Jumat pendidikan disiplin itu kami tekankan dalam pembelajaran,” kata Sudja'i.

Nilai-nilai kedisiplinan yang diajarkan itu berefek saat pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Itu terbukti dengan banyaknya perusahaan yang ingin para siswa PKL-nya untuk tetap bekerja setelah lulus. ”Banyak perusahaan yang akhirnya merekrut secara langsung karena kedisiplinan dan kejujuran dalam bekerja siswa,” jelas Sudja'i.

Tidak hanya itu, keterampilan siswa dalam satu bidang kejuruan juga menjadi nilai lebih. Itulah yang menjadi alasan utama banyak perusahaan memperkejakan lulusan SMK Brantas Karangkates. Sudja'i juga membeberkan bahwa tingginya serapan tenaga kerja dari lulusan SMK Brantas Karangkates juga karena kerja sama antara perusahaan.

Tercatat ada 42 perusahaan yang sudah bermitra dengan SMK Brantas Karangkates. ”Perusahaan itu berjalan baik di otomotif, mesin, dan alat berat,” beber Sudja'i.

Kepala SMK Brantas Karangkates Mintaasih Utami SPd, menjelaskan, persiapan para siswa sudah disiapkan sejak kelas 10. Pada saat awal masuk sekolah, mereka sudah membuat perjanjian dengan para wali murid agar bersedia jika muridnya ditempatkan di mana saja. ”Karena mayoritas perusahaan yang bekerja sama letaknya berada di luar pulau Jawa,” kata Mitaasih Utami.

Di kelas 11 pihak Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK Brantas Karangkates mulai dari maping mana siswa yang ingin bekerja dan melanjutkan studi. Dari sana, pihak sekolah sudah bisa memproyeksikan siswanya. Kemudian pengawasan berlanjut pada siswa kelas 12 atau calon lulusan baru.

Bagi calon lulusan baru yang ingin bekerja pihak BKK akan masuk ke dalam kelas dan memberikan pengarahan. Seperti tentang keselamatan dan kesehatan kerja, tips dan trik mengerjakan psikotes, dan tracer study. ”Jadi siswa sudah siap ketika diterima dan tidak mundur,” jelas Mitaasih.

Data tracer study terakhir menyebutkan bahwa 100 persen lulusan SMK Brantas Karangkates sudah bekerja atau melanjutkan studi. Dari total itu, 98 persennya langsung bekerja setelah lulus. ”Sedangkan sisanya tercatat melanjutkan studi atau ikut dalam seleksi TNI maupun Polri,” pungkas Mitaasih. (yad/by)

Editor : A. Nugroho
#BKK #praktik kerja lapangan #perusahaan #SMK Brantas Karangkates