RADAR MALANG – Meneladani Sikap Nabi dalam Menyikapi Situasi Terkini Peringatan Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW jadi momentum untuk refleksi diri. Khususnya dalam menyikapi dinamika situasi terkini. Rektor UIN Maliki Prof Dr Hj Ilfi Nurdiana MSi berbagi pandangan terkait sikap Nabi Muhammad yang bisa diteladani.
Bagaimana seharusnya kita memaknai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW? Yang pasti saat ini menjadi momen refleksi diri. Terutama tentang rasa cinta kepada Nabi sebagai utusan Allah SWT. Sudahkah kita benar benar mencintainya? Sebatas apa cinta kita yang bisa kita tunjukkan?
Allah SWT dan Rasulnya adalah cinta yang paling utama. Cinta itu juga berarti kita sanggup melaksanakan perintah dan menjauhi larangannya, serta meneladani akhlaknya. Nilai-nilai keteladanan apa saja dari Nabi Muhammad yang bisa diterapkan untuk menyikapi situasi terkini?
Nilai keteladanan dari Nabi Muhammad yang paling erat kaitannya dengan kondisi saat ini adalah cinta kemanusiaan. Sebab salah satu sifat Nabi Muhammad yakni selalu memanusiakan manusia. Sifat itu terbawa hingga masa kepemimpinannya yang menciptakan kebaikan dan keadilan. Jika itu yang dilakukan para pemimpin di negeri ini, akan tercipta negara berkemajuan dan menjadi masyarakat yang madani.
Sebagaimana yang diwujudkan oleh Nabi Muhammad ketika membangun masyarakat di Madinah. Beliau mem bangun dengan meng hor mati perbedaan, menyatukan antar suku dan golongan, hingga membangun ekonomi yang berkeadilan.
Dengan modal dakwah dari Nabi, kontribusi apa saja yang bisa diberikan umat Islam untuk menghadapi tantangan globalisasi, teknologi, dan krisis moral? Kontribusinya bisa dilakukan dengan menanamkan nilai nilai spiritual sesuai ajaran Nabi Muhammad, terutama pada Gen Z.
Sebab sekuat apapun arus yang melanda, Gen Z tidak akan goyah jika mempunyai kekuatan spiritual yang kuat. Bagaimana mengimplementasikan ajaran Nabi Muhammad SAW tentang keadilan untuk menghadapi masalah ketimpangan sosial?
Kunci menyelesaikan ketimpangan sosial sesuai ajaran Nabi Muhammad yakni mengembangkan sistem ekonomi yang berkeadilan. Itu tercantum dalam Alquran Surat An Nahl ayat 90. Ayat itu menjadi landasan umat Islam menekankan kebajikan dalam segala hal. Dengan begitu akan muncul keadilan yang merupakan pilar utama dalam mewujudkan kemaslahatan.
Keadilan di sini juga bisa diartikan tidak boleh ada yang tertinggal dalam pembangunan. Prinsip-Prinsip apa yang bisa dijadikan landasan untuk membangun sebuah negara? Ada prinsip ihsan, yakni melakukan segala sesuatu dengan sebaik baiknya. Dalam konteks pembangunan negara, harus dibangun infrastruktur dan fasilitas umum dengan kualitas terbaik untuk memenuhi kebutuhan rakyat.
Artinya, pembangunan itu tidak terbatas untuk kepentingan kelompok tertentu. Yang terakhir, bagaimana agar peringatan Maulid Nabi tidak hanya sebatas seremonial, namun juga menjadi momentum perbaikan diri dan masyarakat? Setelah kericuhan yang terjadi di berbagai daerah, kita seharusnya malu jika mengingat akhlak yang dicontohkan Nabi Muhammad tanpa kekerasan dan penindasan.
Hendaknya kita mengingat pesan Nabi Muhammad untuk menebar kebaikan serta saling menghormati dan menyayangi. Pemerintah harus memahami kepentingan rakyatnya, memenuhi hak dasarnya, peka terhadap keadaan sosial, dan berlaku adil.
Rakyatnya harus mengedepankan etika dalam menyampaikan aspirasi. Hak semua warga bangsa untuk menyampaikan pendapat, tetapi perusakan fasilitas umum dan penjarahan sangat tidak dibenarkan dalam agama, apapun alasannya. (aff/by)
Editor : A. Nugroho