KEPANJEN - Di Malang Raya, ada empat sekolah yang mendapat jadwal awal penerimaan bantuan Interactive Flat Panel (IFP) atau papan interaktif dari pemerintah pusat. Semuanya merupakan sekolah di Kabupaten Malang. Di antaranya SMPN 3 Kepanjen, SMPN 4 Kepanjen, SMPN 1 Singosari, hingga SDN 2 Mangunrejo.
Sarana tersebut membuat penyampaian materioleh guru lebih mudah dipahami siswa.
Sebab, siswa dapat berinteraksi langsung dengan materi secara digital. Baik menulis maupun menggambar. Kepala SMPN 3 Kepanjen Margo Sujono Hadi menyampaikan, di sekolahnya sudah tersedia papan interaktif. Semua didapat dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada awal September 2025.
”Sudah dimanfaatkan siswa-siswi untuk belajar. Seperti presentasi dan penjelasan materi oleh guru,” kata Margo. Papan interaktif diletakkan di ruang multimedia, sehingga semua siswa bisa bergantian menggunakannya.
Sujono mengakui, papan interaktif tersebut sangat menunjang sistem belajar-mengajar di sekolah. Sebab, fiturnya cukup lengkap, sehingga siswa dan guru dapat menyentuh layar secara langsung untuk menulis, menggambar, dan memberi catatan tanpa proyektor tambahan.
Papan interaktif itu juga telah terintegrasi dengan beberapa sumber belajar digital dan dapat digunakan untuk berbagai aktivitas. Mulai dari menampilkan video pembelajaran hingga menggelar kuis interaktif.
”Dengan papan interaktif ini, anak-anak lebih semangat belajar, sebab visualnya lebih menarik dan menyenangkan,” imbuhnya. Di SMPN 3 Kepanjen, papan interaktif tersebut juga digunakan untuk mempelajari dasar-dasar koding melalui web scratch mit saat pelajaranTeknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Saat belajar koding, siswa biasanya bergantian maju ke depan untuk praktik.
Selanjutnya ada variasi pembelajaran lewat kuis interaktif. Biasanya, papan interaktif dimanfaatkan untuk membuat permainan. Tujuan utamanya menumbuhkan semangat partisipasi siswa dalam belajar. Dalam kuis tersebut, nama dan karakter animasi anak-anak bakal muncul di layar. Metode pembelajaran yang berbeda membuat antusiasme para pelajar meningkat. (yun/by)
Editor : Aditya Novrian