MALANG - Universitas Islam Malang (UNISMA) sukses menyelenggarakan Rapat Terbuka Senat Universitas dalam rangka Wisuda ke-77 Tahun 2025 yang berlangsung selama tiga hari, 25-27 Oktober 2025.
Ribuan lulusan dari program sarjana, profesi, magister, dan doktor resmi dikukuhkan dalam suasana penuh kebanggaan dan khidmat.
Namun, tahun ini ada nuansa berbeda yang menandai momen kelulusan para wisudawan. UNISMA mengusung nilai keberlanjutan melalui simbol “Green Graduation Movement”, sebuah gerakan yang merepresentasikan komitmen universitas terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Melalui gerakan ini, setiap fakultas, lembaga, unit kerja, dan mitra UNISMA turut mengirimkan pot tanaman hijau sebagai wujud nyata kontribusi terhadap lingkungan.
Deretan tanaman palem, karet kebo, dan berbagai tanaman hias tropis tampak menghiasi area kampus, memperkuat citra UNISMA sebagai kampus hijau yang peduli terhadap bumi.
Langkah ini menjadi simbol dukungan UNISMA terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan 15 (Menjaga Ekosistem Darat).
Rektor Universitas Islam Malang, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D., menjelaskan bahwa gerakan ini merupakan bentuk kepedulian akademik terhadap masa depan lingkungan hidup.
“Gerakan Green Graduation Movement pada momen wisuda ini bukan sekadar simbol, tapi pesan moral bahwa kelulusan sejati berarti juga menumbuhkan tanggung jawab sosial dan ekologis,” ujarnya.
Tidak hanya menghadirkan semangat hijau, wisuda ke-77 juga menampilkan inovasi kreatif seperti video refleksi capaian kampus, testimoni wisudawan terbaik, dan penghargaan bagi lulusan serta dosen yang telah menyelesaikan program doktor. Acara ini menjadi ruang apresiasi atas dedikasi sivitas akademika yang terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
UNISMA percaya bahwa keberlanjutan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga bagian dari budaya akademik. Melalui Green Graduation Movement, universitas ini ingin menanamkan kesadaran bahwa setiap langkah kecil, termasuk memberi kehidupan baru lewat tanaman, merupakan bentuk ibadah dan kontribusi nyata untuk bumi.
Dengan semangat inovasi, UNISMA terus membangun generasi pembelajar yang unggul secara akademik, berkarakter, serta berkesadaran lingkungan. Dari kampus hijau di Kota Malang, UNISMA membuktikan bahwa setiap perayaan akademik dapat menjadi gerakan sosial yang memberi makna.
Editor : A. Nugroho