MALANG KOTA – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang bakal memiliki rumah sakit pendidikan. Pembangunan dijadwalkan mulai tahun depan di kawasan Kampus II UIN Maliki Malang, Jalan Raya Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Nilai investasinya diperkirakan mencapai Rp 300–500 miliar.
Rektor UIN Maliki Malang Prof Dr Ilfi Nur Diana MSi menyampaikan, saat ini kampus tengah menyusun dokumen perencanaan lengkap. Termasuk masterplan yang mencakup desain tapak, kapasitas ruang, layanan medis, serta tahapan pembangunan.
”Kami sedang lengkapi legalitas dan administrasi awal, mulai dari perizinan, pengajuan ke Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama, hingga studi kelayakan,” ujarnya, kemarin (29/10).
Pendanaan proyek raksasa ini tak hanya mengandalkan dana internal. Pihak kampus membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga. Beberapa opsi tengah dijajaki, mulai dari skema hibah hingga model public-private partnership.
”Dengan memanfaatkan bangunan eksisting, proses bisa lebih cepat. Rumah sakit ini mendesak dibutuhkan untuk praktik mahasiswa Fakultas Kedokteran,” jelas Prof Ilfi.
Integrasi akademik menjadi fokus utama. Fakultas Kedokteran akan merancang sistem pembelajaran dan kurikulum praktik yang langsung terhubung dengan rumah sakit tersebut. Selain itu, dosen praktisi dan tenaga medis profesional akan dilibatkan sebagai pendamping mahasiswa.
Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat kualitas pendidikan kedokteran UIN Maliki Malang. Fakultas Kedokteran yang berdiri kurang dari satu dekade itu telah meraih akreditasi unggul, dan terus berkembang pesat. ”Kami ingin keilmuan kedokteran di UIN Malang tak hanya teoritis, tapi juga aplikatif dan berorientasi pelayanan,” tegas Prof Ilfi. (aff/adn)
Editor : A. Nugroho