Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

UB Sinergikan Akademisi dan Pelaku Industri dalam Research and Innovation Day 2025

A. Nugroho • Jumat, 31 Oktober 2025 | 23:54 WIB
SINERGI: UB menggandeng 13 partner industri yang hadir dan sepakat berkerja sama dalam Research and Innovation Day 2025, siang ini (31/10).
SINERGI: UB menggandeng 13 partner industri yang hadir dan sepakat berkerja sama dalam Research and Innovation Day 2025, siang ini (31/10).

MALANG KOTA - Hari ini (31/10), Gedung Auditorium Universitas Brawijaya (UB) dipenuhi hasil research dan inovasi dari dosen dan mahasiswa. Dalam acara Research and Innovation Day 2025 yang bertajuk Wujud Sinergi Akademisi dan Industri dalam Hilirisasi Inovasi tersebut, total UB menggandeng 13 partner industri yang hadir dan sepakat berkerja sama.

Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains dan Teknologi (DIKST) UB itu dihadiri langsung Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof Brian Yuliarto S T M Eng Ph D.

Banyak industri yang dilibatkan. Mulai dari bidang kosmetik, kesehatan, hingga teknologi informasi.

Pengusaha yang hadir antara lain, Emyranza Founder SMITH, Raisa Andriana dan Titania Fairuskha Co-Founder Raine Beauty, hingga Dr Kilala Tilaar CEO Martha Tilaar Group.

“Pertemuan kampus dengan pelaku industri seperti ini penting agar penelitian dosen dan mahasiswa tidak hanya berhenti di jurnal, tapi berubah menjadi inovasi nyata,” ujar Mendiktisaintek Prof Brian Yuliarto S T M Eng Ph D.

SEMANGAT: Sejumlah pelaku industri dalam Research and Innovation Day 2025 yang bertajuk Wujud Sinergi Akademisi dan Industri dalam Hilirisasi Inovasi.
SEMANGAT: Sejumlah pelaku industri dalam Research and Innovation Day 2025 yang bertajuk Wujud Sinergi Akademisi dan Industri dalam Hilirisasi Inovasi.

Brian mengatakan hasil penelitian dosen dan mahasiswa sangat berpotensi untuk dikembangkan dan dihilirisasikan bersama mitra industri. Selain itu, kegiatan kali ini juga efektif menjadi wadah memperkuat jejaring kolaborasi riset dan kewirausahaan berbasis teknologi.

Brian menyoroti peran kampus sebagai tempat berkumpulnya sumber daya manusia (SDM) unggul di suatu daerah. Hal itu juga dilihatnya ada pada UB.

Terkait itu, Brian menekankan ke depan, UB harus bisa menjadi motor penggerak sebagai kampus yang berdampak bagi warga sekitar.

Rektor Universitas Brawijaya Prof Widodo S Si M Si Ph D Med Sc menegaskan pentingnya hilirisasi hasil riset. Menurutnya, hal itu merupakan bagian dari kebijakan inovasi kampus untuk memperkuat peran UB dalam mendukung kemandirian bangsa. Khususnya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Tentu harapannya UB bisa terus memperkuat budaya riset dan inovasi, menjembatani akademisi dan pelaku industri, serta berkontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” papar Widodo.

Untuk itu pihaknya juga menghadirkan pameran inovasi dan produk riset dari berbagai unit di bawah koordinasi Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi.

Pameran ini juga menampilkan hasil penelitian unggulan, prototipe produk, hingga inovasi berbasis teknologi yang siap dihilirisasikan bersama mitra industri. (aff)

Editor : A. Nugroho
#industri #usaha #Pelaku #UB #Brawijaya #Universitas