Malang- Dengan penuh semangat menjadi tuan rumah PAI (Pendidikan Agama Islam) Fair tingkat SMP Kota Malang tahun 2025 (1/11), Utien Kustianing,S.PdI, M.Pd selaku guru PAI SMPN 3 Malang yang juga sebagai ketua panitia kegiatan MGMP PAI SMP menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengembangkan bakat siswa dalam bidang Pendidikan Agama Islam (PAI). Kegiatan ini mengusung tema "Generasi Qur'ani, Cerdas dan Berakhlak Mulia di Era Digital" ini diikuti dengan antusias oleh ratusan siswa SMP negeri maupun swasta Kota Malang.
Kegiatan PAI Fair yang diselenggarakan oleh MGMP PAI SMP Kota Malang dihadiri oleh kepala kemenag Kota Malang, kabid dikdasmen dinas pendidikan dan kebudayaan kota Malang, KASI PAIS kemenag, pengawas PAI, ketua MKKS, plt kepala SMPN 3 Malang, dewan sekolah dan komite SMPN 3 Malang, pengurus AGPAII dan guru PAI SMP serta peserta lomba.
Keberhasilan penyelenggaraan PAI Fair tidak lepas dari dukungan penuh Dewan Sekolah dan Komite SMPN 3 Malang. Kerja sama yang solid antara MGMP PAI SMP kota Malang dengan pihak sekolah ini menciptakan sebuah event yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai pendidikan dan karakter, ditambah lagi dengan adanya bazar UMKM membuat suasana semakin meriah.
PAI Fair 2025 terdiri dari enam cabang lomba yang dirancang untuk mengakomodir minat dan bakat siswa di era kekinian. Keenam cabang lomba tersebut adalah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Lomba Pidato PAI, Lomba Poster Digital, Lomba Konten Kreatif, Olimpiade PAI dan Lomba Cipta Lagu PAI
Ibu Utien Menambahkan bahwa lima lomba sebagai pesertanya adalah seluruh siswa SMP Kota Malang sedangkan lomba cipta lagu khusus pesertanya adalah guru SMP Kota Malang. Setiap lomba berhasil mendapat perhatian dan partisipasi aktif dari siswa. Terutama pada lomba MTQ, pidato, olimpiade PAI, poster digital dan konten kreatif yang menunjukkan kemampuan siswa dalam memanfaatkan teknologi untuk berdakwah dengan cara yang kekinian dan mudah diterima generasi muda.
"Lomba konten kreatif ini seru sekali! Kami bisa belajar menyampaikan kebaikan lewat konten kreatif. Ini membuktikan bahwa agama dan teknologi bisa berjalan beriringan," tutur salah satu peserta lomba. Ketua Komite SMPN 3 Malang, Bapak Anton, juga menyampaikan kebanggaannya. "Kami dari Komite sangat mendukung kegiatan seperti ini. Investasi terbaik untuk anak-anak bukan hanya pada akademik, tapi juga pada pembentukan karakter dan akhlak yang mulia. PAI Fair adalah sarana yang tepat.
Puncak acara ditutup dengan pengumuman para pemenang dari setiap cabang lomba. Kegiatan PAI Fair 2025 ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi pemantik bagi siswa untuk terus mengembangkan bakat dan menebar manfaat dengan landasan iman dan takwa tutup Anton. (aw)
Editor : Indra Andi