MALANG – SMK PGRI 3 Malang (Skariga) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah di bidang pendidikan vokasi. Sekolah itu menjadi tuan rumah kegiatan “Sinergi Pembelajaran Mendalam Pendidikan Dasar Menengah Menuju Generasi Emas 2045” yang digelar oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen), pada Sabtu (1/11) lalu.
Kegiatan tersebut menghadirkan Dr. Mariman Darto, S.E., M.Si., Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai narasumber utama. Dalam diskusi tersebut, konsep pembelajaran mendalam atau deep learning menjadi fondasi penting dalam pengembangan talenta murid. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam konteks kehidupan nyata.
Konsep pembelajaran mendalam menekankan proses belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, sehingga siswa tidak hanya berfokus pada hasil akademik, tetapi juga pengembangan diri secara holistik — meliputi olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga.
Kepala SMK PGRI 3 Malang, Moch. Lukman Hakim, S.T., M.M., menyambut baik penyelenggaraan kegiatan ini. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan visi Skariga dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya kompeten di bidang keahlian, tetapi juga memiliki karakter kuat dan daya saing global. “Kami di Skariga percaya, pendidikan harus menyenangkan dan bermakna. Siswa bukan hanya belajar untuk nilai, tapi untuk menemukan jati diri dan potensi terbaik mereka,” ujar Lukman.
Ia menambahkan, penerapan pembelajaran mendalam di lingkungan SMK PGRI 3 Malang telah berjalan melalui berbagai kegiatan intra dan ekstrakurikuler berbasis proyek serta pengembangan talenta. Salah satunya melalui program Bina Talenta Indonesia, yang memberi ruang bagi siswa untuk mengasah minat di bidang sains, seni, dan olahraga dengan bimbingan guru sebagai pemandu talenta.
Selain memperkenalkan konsep dan strategi pembelajaran mendalam, kegiatan ini juga membahas implementasi Manajemen Talenta Murid Nasional (MTN), termasuk penggunaan Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) yang dikembangkan Kemdikdasmen. Sistem tersebut membantu pemetaan potensi siswa secara digital dan menjadi dasar pengembangan karier serta prestasi mereka di masa depan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Lukman berharap semangat pembelajaran bermakna dapat terus menyebar di kalangan guru dan siswa, serta menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Malang Raya.
Editor : A. Nugroho