PEMAIN Unggul FC Malang tidak bosan mengasah kemampuan membobol gawang lawan. Jelang laga Pro Futsal League (PFL) pekan ke-5, mereka meningkatkan kemampuan memanfaatkan bola mati. Momentum mendapatkan penalti, sepak pojok, atau tendangan bebas enggan disia-siakan.
Kapten Unggul FC Malang Ikhsani Fajar menjelaskan, tim pelatih ingin semua kesempatan mencetak gol dimaksimalkan. Klub diwajibkan mencetak gol lebih banyak dari lawan. ”Dalam pertandingan membuang peluang bisa jadi bumerang,” paparnya.
Karena itu, dia terus mengasah kemampuan itu setelah ditunjuk jadi salah satu eksekutor sepak pojok atau tendangan bebas. Tujuannya, supaya pemain Unggul FC bisa lebih banyak mencetak gol dari situasi bola mati. Saat melawan Nanzaby Family di Seri Tangerang, umpannya dari sepak pojok berbuah gol Andres Josue Teran.
Sani menyadari, sebagai pemain harus terus meningkat dan berkembang. Supaya selalu memberi kontribusi maksimal untuk Unggul FC di laga PFL. ”Tuntutan futsal saat ini, mengharuskan pemain bisa segala hal,” katanya.
Sani menjabarkan, proses memberi umpan tidak mudah. Dirinya harus melihat opsi paling ideal sebelum menendang bola. Lalu, berusaha mengirim bola yang mudah dieksekusi atau kontrol. Wajib bisa melihat peluang untuk melakukan tendangan langsung atau tidak.
Sejak bergabung di Unggul FC pada musim 2023/2024, Sani terus mendapatkan kepercayaan menjadi eksekutor bola mati tim. ”Semoga saya bisa terus membantu rekan-rekan mencetak gol dan meraih kemenangan," tandasnya. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho