KABUPATEN- Kembali mendapat kartu merah tidak membuat Julian Guevara menyerah. Pemain asal Colombia itu akan menjadikan red card saat melawan Persija Jakarta Sabtu lalu (8/11) sebagai pembelajaran. Dia menyadari situasi tersebut merugikan tim.
Seperti diketahui, bermain dengan 10 orang membuat upaya Arema FC mengejar ketinggalan semakin sulit. Akibatnya, harus takluk dari tim berjuluk Macan Kemayoran itu. Hasil tersebut menjadi kekalahan ke empat Singo Edan di Stadion Kanjuruhan musim ini.
Sedangkan kartu merah tersebut, menjadi yang kedua untuk Guevara pada putaran pertama kompetisi. Sebelumnya, dia mendapat kartu merah saat melawan Borneo FC. Hal itu membuatnya harus absen saat melawan Semen Padang.
”Saya meminta maaf kepada elemen tim dan suporter (Aremania),” papar pemain berusia 33 tahun tersebut. Menurutnya, dia tidak punya keinginan mencederai pemain Persija Jakarta. Atau melakukan yang aksi kurang terpuji dalam pertandingan saat itu.
Dalam pertandingan melawan Persija, dirinya hanya berusaha melakukan tugasnya dengan baik. Berusaha membantu Singo Edan mendapatkan hasil maksimal. Kesempatan dan kepercayaan dari tim pelatih ingin dimaksimalkan dalam laga pekan ke-12 itu.
”Saya harus akui membuat keputusan yang tidak bagus. Aku akan belajar dari situasi itu,” terang pemain berusia 33 tahun itu. Harapannya, kartu merah dalam laga tersebut menjadi yang terakhir. Guevara ingin kembali lebih pintar dalam mengambil keputusan dan kuat secara performa.
Pemain bernomor punggung enam itu mendapat kartu merah setelah melakukan tekel ke pemain Persija. Wasit menilainya sebagai pelanggaran keras. Karena, kaki pemain Persija terdampak tindakan Guevara.
Kartu merah tersebut berpotensi membuat Guevara absen dalam waktu yang cukup lama. Itu menyusul, kartu merah langsung yang dia terima berpotensi berbuah sanksi tambahan. Sebelumnya, Bayu Setiawan mendapat larangan bermain tiga laga setelah menerima kartu merah langsung di laga melawan Persib Bandung. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho