JAKARTA - SMA Unggulan Rushd kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu sekolah dengan perkembangan akademik paling pesat di Indonesia. Meski baru memasuki tahun ketiga dan baru memiliki tiga angkatan siswa, sekolah ini berhasil mencatatkan deretan prestasi dalam berbagai kompetisi nasional yang berlangsung pada satu bulan terakhir. Para siswa Rushd menunjukkan kualitas yang mampu bersaing dengan sekolah-sekolah besar yang telah lama berkiprah, sekaligus menjadi bukti bahwa sekolah baru pun dapat tampil kompetitif di tingkat nasional.
Pada ajang Festival Literasi Siswa Indonesia (FIKSI) yang diselenggarakan Puspresnas Kemendikbudristek, siswi Rushd Naila Aini Bahri sukses meraih Medali Emas. Karyanya, BinBuddy, merupakan platform digital yang menghubungkan masyarakat dengan bank sampah terdekat dan dirancang untuk mempermudah pemilahan sampah daur ulang. Inovasi ini berangkat dari riset berbulan-bulan bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sragen dan dikembangkan dengan fitur-fitur yang memungkinkan nasabah mengumpulkan saldo dari pengumpulan sampah yang kemudian dapat diuangkan. Pendekatan naratif yang kuat dan solusi yang konkret terhadap isu lingkungan membuat karya ini menonjol di tingkat nasional.
Prestasi lainnya datang dari Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI). Dua siswi Rushd, Najmakayla Shafaa Ditia Raharjo dan Arshallina Azka Rahmadi, berhasil membawa pulang Medali Perunggu melalui penelitian pemanfaatan limbah kulit jeruk manis dan kulit pisang tanduk sebagai tablet efervesen biolarvasida. Produk ini dinilai efektif menekan pertumbuhan larva nyamuk Aedes aegypti pada area air tergenang dan relevan sebagai solusi murah serta mudah diterapkan dalam upaya penanggulangan Demam Berdarah Dengue. Capaian ini menjadi semakin berarti karena hanya tiga sekolah di seluruh Indonesia yang berhasil meraih penghargaan dalam ajang tersebut.
SMA Unggulan Rushd juga mencatatkan prestasi membanggakan di Olimpiade Sains Nasional (OSN). Farisi Achmad Al-Banna meraih Medali Perak di bidang Informatika pada debutnya di tingkat nasional, mengungguli banyak finalis berpengalaman dari berbagai daerah. Selain itu, dua siswa Rushd lainnya, Hanif Alfarizki Pratama dan Mochammad Rigan Haryono, meraih Honorable Mention masing-masing pada bidang Kimia dan Matematika.
Berbagai pencapaian tersebut merupakan hasil dari sistem pembinaan akademik yang dirancang sejak awal berdirinya sekolah pada tahun 2023. Rushd membangun lingkungan belajar yang kondusif, intensif, dan modern, dengan pendekatan personal yang memastikan setiap siswa mendapatkan dukungan optimal dalam bidang literasi, penelitian ilmiah, hingga kompetisi sains. Kultur belajar yang progresif dan suportif menjadi fondasi penting yang mendorong siswa berkembang dan berprestasi.
Dengan visi Nurturing Well-rounded Changemakers Today, SMA Unggulan Rushd terus berkomitmen mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga memiliki karakter kuat serta kemampuan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Deretan prestasi dalam waktu singkat ini menjadikan Rushd sebagai simbol transformasi pendidikan dan bukti bahwa sekolah muda dapat menjadi rumah bagi para juara masa depan. (*)
Editor : Aditya Novrian