MALANG KOTA - SMKN 13 Malang bersama PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) melalui brand AXIS menggelar pelatihan membuat video dengan Artificial Intelligence (AI) Jumat (21/11).
Acara tersebut diikuti 100 siswa dari jurusan Design Komunikasi Visual (DKV) bersama guru SMKN 13 Malang. Tujuan kegiatan itu membekali siswa keterampilan memanfaatkan AI untuk menciptakan konten video secara efisien, efektif, dan inovatif.
Hadir dalam acara tersebut Kepala SMKN 13 Malang Tisna Hestiningtyas MPd, Territory Sales Manager XLSMART area Malang Raya Bayu Arie Wicaksono, dan Pemateri dari Universitas Merdeka Malang (Unmer) Maulid Agung Triono SE MM.
"Kami berharap dengan kegiatan ini bisa meningkatkan literasi digital dan pemahaman tentang AI di kalangan siswa dan guru,” kata Territory Sales Manager XLSMART area Malang Raya Bayu Arie Wicaksono.
Pelatihan dibuka dengan materi "Pelatihan Membuat Video dengan AI". Dengan menggunakan website Vheer AI dan ChatGPT. Setelah itu, membuat prompt dan di-generate menggunakan menu image to video untuk menghasilkan video animasi berdurasi 1 menit.
"Saya sudah sering memberikan materi dan praktik langsung membuat Video dengan AI. Tapi, siswa dan guru SMKN 13 Malang memiliki antusias luar biasa untuk belajar. Terbukti dengan hasil karya yang dihasilkan secara langsung dan pertanyaan yang mereka lontarkan saat acara berlangsung," ujar Agung yang juga menjabat sebagai Owner dari Hexagonal Digital Art tersebut.
Seluruh peserta pelatihan juga diberi contoh hasil video "Sejarah Gedung Grahadi, Surabaya", yang dibuat Hexagonal Digital Art menggunakan full AI dan selesei dalam waktu hanya seminggu saja.
Tidak hanya itu, AXIS juga mengajak seluruh siswa untuk bermain games berAXIS ranking 1 dengan pertanyaan seputar pengetahuan umum. Berhadiah total jutaan rupiah dan merchandise eksklusif dari XLSMART.
Kepala SMKN 13 Malang Tisna Hestiningtyas MPd berterima kasih atas support AXIS untuk mendukung pembelajaran digital di sekolah.
"Kemampuan soft skill penting diajarkan. Untuk Menyiapkan generasi yang adaptif menghadapi tantangan dan peluang di era industri 4.0,” katanya. (bes/gp)
Editor : Aditya Novrian