MALANG KOTA – SD Insan Amanah Malang (SDIA) menegaskan komitmennya sebagai sekolah dasar yang serius menyiapkan generasi berprestasi hingga level internasional.
Memasuki masa Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026/2027, sekolah yang berlokasi di Griyashanta Blok M, Jalan Soekarno-Hatta, ini menampilkan rangkaian capaian yang telah dikumpulkan sepanjang 16 tahun perjalanan sejak berdiri pada 6 Oktober 2009.
Sedikitnya ada seratus torehan juara tingkat nasional dan internasional yang berhasil diraih para siswa sepanjang perjalanannya. Program-program pengembangan siswa yang dibangun sejak awal terus disempurnakan.
Kepala SD Insan Amanah Malang Dr Suhardini Nurhayati MPd menegaskan, SDIA ingin setiap orang tua merasakan manfaat nyata dari program yang dijalankan. ”Kami fokus mengantarkan anak-anak berprestasi di tingkat nasional hingga internasional. Serta mengarahkan potensi mereka sesuai passion dan bakat,” ujarnya.
Prestasi akademik yang diraih siswa pun beragam. Maiza Humaira Nasyauqi (3B) menempati Juara 3 Lomba Baca Puisi Nasional. Kaysalula Syabna Faezya (5B) menyabet Juara 2 KSNR ke-7 tingkat nasional, disusul Alisha Kirana Hadisunaryo (4C) yang meraih Juara Harapan 2 Bahasa Inggris OSI. Tak berhenti di situ, Kaysalula juga mengoleksi Silver Medalist The Joey (A1–A2) Level International Kangaroo Linguistic Contest Indonesia, serta Juara 1 Olimpiade Genomic Indonesia (OGI) 2025 yang berlangsung di Jakarta.
Di bidang nonakademik, Kamania Sadina Sahid (4C) meraih Juara Harapan 1 National Open Piano Competition. Zahra Mutu Manikam (2D) naik podium Juara 3 Indonesia Runbike Cup. Dua atlet taekwondo, Raisya Qiana Rahmani (3B) dan Almira Khansa Rahmani (4D), masing-masing menyabet Juara 2 dan Juara 1 Seroja Cup 2025 tingkat nasional. Sementara, Muhammad Sufyan Hadi (2D) menambah deretan juara lewat 2nd Place Individual Battle RX Series Indonesia.
Salah satu program unggulan SDIA adalah Immersion Program yang digelar 9–13 November lalu. Siswa kelas 4, 5, dan 6 diberi kesempatan merasakan langsung pengalaman belajar di Singapura dan Malaysia, sekaligus mengenal budaya serta perkembangan teknologi di luar negeri.
SPMB SDIA 2026/207, sangatlah selektif karena kuota siswa hanya 112 kursi saja. Pendaftaran dibuka hanya tiga hari pada 24-27 November. Calon peserta didik juga harus menjalani tes psikologi kesiapan belajar pada 29 November. Terkahir, pengumuman siswa yang lolos dan daftar ulang dijadwalkan pada 11-14 Desember.
Alur pendaftaran cukup mudah. Orang tua cukup membuka laman https://spmb.sdia.sch.id, mengisi formulir, mengunggah berkas, dan melakukan pembayaran biaya tes psikologi sebesar Rp 450 ribu. Setelah itu, calon wali murid akan dimasukkan ke grup khusus dan mengambil nomor peserta SPMB di kantor TU SDIA. (bes/adn)
Editor : Aditya Novrian