MALANG KOTA – Total ada 30 peserta terbaik yang akhirnya terpilih dalam final lomba Mozaik Mom & Kids 2025, kemarin (29/11). Terdiri dari 10 peserta dari kategori KB/SPS, 10 peserta dari kategori TK A, dan 10 peserta terbaik dari kategori TK B (selengkapnya baca grafis).
Khusus untuk 10 pemenang dari kategori TK B mendapat bonus khusus. Yakni bebas memilih masuk ke SD Negeri mana pun di Kota Malang. Akses gratis itu digaransi langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Suwarjana.
Menurut dia, itu menjadi bentuk apresiasi khusus karena anak-anak sudah tampil maksimal saat lomba. Selain itu juga bisa menjadi pemantik semangat bagi peserta lain agar lebih berjuang untuk menang pada tahun depan. ”Untuk orang tua dari 10 murid pemenang dari TK B tolong segera ditentukan anaknya mau dimasukkan di SDN mana,” ujar Suwarjana.
Jelang tahun ajaran baru, para pemenang bisa mengklaim hadiah itu langsung ke Kantor Disdikbud Kota Malang. Syaratnya hanya menunjukkan sertifikat menang lomba Mozaik Mom & Kids dari Radar Malang. Selanjutnya bakal dilakukan konfirmasi oleh petugas.
Seperti diketahui, total ada 250 finalis lomba Mozaik & Kids tahun ini. Para anak-anak beserta ibunya mengerjakan tugas menggambar di Gedung Islamic Center, Kecamatan Kedungkandang. Final kali ini terasa lebih spesial karena materi gambar baru diberikan saat registrasi.
Selama proses pengerjaan, para siswa yang ikut lomba dihibur penampilan Badut Spektakuler. Itu menambah kedekatan dan kekompakan antara anak-anak dan ibunya. Lomba Mozaik Mom & Kids memang menjadi agenda tahunan dari Jawa Pos Radar Malang. Kegiatan itu lahir dari perlunya wadah bagi anak dan orang tua untuk berkreasi bersama-sama. ”Melalui lomba ini, sasaran kami juga untuk meningkatkan emotional intelligence peserta sejak dini,” ujar Direktur Jawa Pos Radar Malang Tauhid Wijaya.
Seni mozaik sengaja dipilih karena kerumitannya satu tingkat di atas lomba mewarnai. Itu menjadikan para ibu-ibu bisa lebih dekat dengan anak nya melalui bonding saat mengerjakan lukisannya. Selain itu, seni mozaik juga bisa membantu mengembangkan kecerdasan intelektual, emosional, hingga spiritual anak.
”Selama ini kita terlalu fokus pada kecerdasan intelektual saja, padahal kecerdasan emosional tidak kalah penting,” tambah Tauhid. Keseimbangan kecerdasan itu bisa membuat anak pandai menempatkan diri, tangguh, dan berkarakter kuat. (aff/by)
Editor : A. Nugroho