MALANG – SMA Aisyiyah Boarding School Malang (ABSM) yang beralamat di Jalan Anjasmoro No. 34 Lawang, Kabupaten Malang ini menjadi pilihan tepat untuk menggembleng pendidikan umum, agama dan soft skill para siswa.
Karena, sekolah dengan sistem boarding pertama di Jawa Timur yang berada di bawah naungan Pimpinan Daerah ’Aisyiyah Kabupaten Malang ini tidak hanya intens memberikan pembelajaran agama Islam. Tetapi sekolah ini juga memiliki sejumlah program kelas unggulan.
Program tersebut merupakan pengembangan dari kegiatan belajar yang telah berjalan selama ini. Namun, kini dikemas dengan konsep dan penamaan yang lebih menarik agar selaras dengan semangat inovasi pendidikan modern. Program unggulan ini sebagai upaya memperkuat kualitas pembelajaran dan mengembangkan potensi siswa di era digital.
Kepala SMA ABSM Ekanita Rakhmah, S. Pd menjelaskan, bahwa program kelas unggulan ini tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada penguatan keterampilan abad ke-21, seperti kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan literasi digital.
“Kami ingin menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan relevan dengan kebutuhan zaman. Setiap kelas unggulan dirancang agar siswi SMA ABSM memiliki bekal keterampilan praktis yang bisa diterapkan di masa depan,” ujar Ekanita.
Apa saja program unggulan itu? Dia memaparkan, yang pertama Kelas Digital Kreatif dan Literasi. Program Kelas Digital Kreatif dan Literasi ini bertujuan memberikan pelatihan keterampilan digital untuk mendukung inovasi dan kewirausahaan.
Melalui kegiatan seperti jurnalistik, fotografi, dan tugas literasi digital, siswa dilatih untuk berpikir kritis, kreatif, dan etis dalam mengelola informasi.
“Program ini terbuka bagi seluruh siswi dari kelas X hingga XII, terutama mereka yang memiliki minat pada teknologi, desain, atau konten kreatif,” jelasnya.
Kedua, Program Kelas Public Speaking yang difokuskan untuk mengasah kemampuan berbicara di depan umum, mengatasi rasa gugup, dan mengembangkan komunikasi verbal maupun nonverbal.
Melalui kegiatan seperti ekstrakurikuler muhadhoroh serta pembelajaran bahasa Inggris dan Arab, siswa dibimbing agar mampu menyampaikan ide dengan percaya diri dan persuasif. Diharapkan setiap pelaksanaan program ini dapat menjaring minimal 15–20 peserta. Ketiga, Kelas Bahasa dan Diplomasi.
Menurut dia, Program Bahasa dan Diplomasi dirancang untuk meningkatkan kemampuan berbahasa asing (Inggris, Mandarin, dan Arab) sekaligus menanamkan keterampilan diplomasi seperti negosiasi, mediasi, dan public speaking. Selain itu, siswa juga diajak memahami etiket internasional dan dinamika hubungan antarnegara.
“Kelas ini menjadi wadah bagi siswi yang tertarik pada dunia hubungan internasional dan komunikasi lintas budaya,” ungkap dia. Keempat, Kelas Kewirausahaan, kelas ini bertujuan menumbuhkan jiwa entrepreneurship di kalangan siswa.
Program ini menargetkan 80 persen peserta mampu menyusun business plan sederhana, serta mendorong minimal 20persen siswi memulai proyek usaha kecil dalam enam bulan. Tidak hanya siswa, guru dan mentor sekolah juga dapat berpartisipasi untuk memperluas wawasan kewirausahaan dan kolaborasi dengan inkubator bisnis lokal.
Dengan empat program unggulan tersebut, SMA ABSM berkomitmen menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya menekankan kecerdasan akademik, tetapi juga kesiapan karakter dan keterampilan praktis bagi generasi muda.
“Kami ingin lulusan SMA ABSM menjadi pribadi unggul, mandiri, dan siap bersaing secara global di abad 21,” tutup Ekanita. (lid)
Editor : A. Nugroho