Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Program Kredensial Mikro Guru SMK Digelar di Malang, Dorong Kompetensi Nyata Sesuai Kebutuhan Industri

Indra Andi • Senin, 15 Desember 2025 | 21:10 WIB
Photo
Photo

Malang – Perkembangan industri yang bergerak jauh lebih cepat dibandingkan kurikulum pendidikan menempatkan guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di garda terdepan dalam menyiapkan sumber daya manusia siap kerja. Guru tidak lagi cukup hanya mengikuti pelatihan dan mengantongi sertifikat, tetapi dituntut mampu membuktikan kompetensi nyata yang diakui industri.

Kondisi tersebut menjadi latar belakang digelarnya Program Kredensial Mikro Guru SMK Tingkat Nasional oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Layanan Khusus (PLK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Kegiatan ini berlangsung pada 10–12 Desember 2025 di Ascent Premiere Hotel and Convention, Kota Malang.

Program ini bekerja sama dengan RRCons Indonesia sebagai mitra pelaksana teknis, dengan tujuan mempercepat peningkatan kompetensi guru vokasi agar selaras dengan standar dan kebutuhan dunia industri.

Master Asesor sekaligus Master Trainer Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Rahmat Farikh, SE., M.Pd., menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pelatihan biasa.

Pelatihan hanya menghasilkan sertifikat keikutsertaan. Dalam program ini ada konsekuensi nyata, yakni uji kompetensi. Pada hari ketiga, peserta harus membuktikan kemampuan mereka sesuai bidang masing-masing,” ujar Rahmat.

Photo
Photo

Ia menjelaskan, terdapat tiga skema kompetensi yang diujikan, yaitu Digital Marketing, Kewirausahaan Industri Level 4, dan Petugas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Dua hari pertama difokuskan pada pendalaman materi, sementara satu hari penuh digunakan untuk proses asesmen kompetensi.

Output akhirnya memastikan peserta memiliki kompetensi yang bermanfaat, baik untuk pengembangan diri guru, peserta didik, maupun sekolah,” tambahnya.

Rahmat juga menyoroti ketatnya proses seleksi peserta yang dilakukan oleh Direktorat SMK. Dari ratusan pendaftar secara nasional, hanya 20 guru terpilih yang dinyatakan lolos mengikuti program ini.

Salah satu peserta, Andi Musafir, S.Pd., MM., Ammar, guru dari SMKN 3 Bone, Sulawesi Selatan, mengaku proses seleksi yang dilalui cukup panjang dan menantang.

Peserta wajib melampirkan berbagai berkas hingga esai motivasi. Saya mengikuti skema kewirausahaan karena latar belakang saya S2 Manajemen dan mengampu mata pelajaran berbasis proyek di sekolah,” ungkapnya.

Menurut Andi, sertifikasi profesi memiliki peran penting dalam pengembangan teaching factory di SMK. “Pada akhirnya, kompetensi guru akan berdampak langsung pada kualitas lulusan. Harapannya, siswa SMK bisa lulus dengan skill yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja,” katanya.

Pelaksanaan program di Malang ini diikuti guru-guru dari berbagai daerah, mulai dari Riau, Sumatera Utara, Lampung, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Sulawesi Selatan dan Malang Raya. Persebaran peserta tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kompetensi guru vokasi di tingkat nasional.

Sebagai mitra pelaksana, RRCons Indonesia memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai standar industri. Founder PT Anggraeni Production House sekaligus Founder RRCons Indonesia, Rita Anggraeni Rahayu, S.AB., M.AB., menjelaskan bahwa peserta mendapatkan fasilitas lengkap selama kegiatan berlangsung.

Kami memfasilitasi 20 peserta terpilih dari seluruh Indonesia. Mereka mendapatkan akomodasi penuh selama tiga malam, transportasi lokal, modul pelatihan, konsumsi, serta dua jenis sertifikat,” jelas Rita.

Ia menambahkan, seluruh peserta memperoleh sertifikat diklat, sementara sertifikat kompetensi BNSP hanya diberikan kepada peserta yang dinyatakan lulus uji kompetensi oleh asesor berlisensi.

Sertifikat BNSP ini bukan sekadar kertas, tetapi bukti bahwa guru benar-benar kompeten sesuai standar industri. Guru yang bersertifikat tentu memiliki nilai tambah dalam pengembangan karier dan kerja sama sekolah dengan dunia usaha dan industri,” tegasnya.

Program Kredensial Mikro Guru SMK ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan vokasi tidak bisa ditunda. Guru SMK dituntut tidak hanya menguasai materi ajar, tetapi juga mampu membuktikan keahlian melalui asesmen kompetensi yang diakui secara nasional. Upaya ini diharapkan mampu melahirkan lulusan SMK yang relevan, terstandar, dan siap bersaing di dunia kerja.(llk)

Editor : Indra Andi
#Program Kredensial Mikro Guru SMK #Kompetensi #sekolah menengah kejuruan