MALANG - Kegiatan yang dikemas dalam bentuk Seminar Nasional dengan mengambil sebuah topik Penguatan Pendidikan Islam Multikultural sebagai Solusi Pencegahan Konflik Antar Pelajar, berlangsung penuh antusias dari peserta didik dan tenaga pendidik yang hadir.
Seminar nasional tersebut menghadirkan lima kandidat doktor dari Program Studi Doktor PAI Multikultural Unisma sebagai narasumber, yakni Ruwiyanto, Siti Mariyam, Evarianisa Endang Trisnani, Ahmad Tamim, dan Anjar Subiantoro. Kelima pemateri menyampaikan gagasan dan praktik pendidikan Islam multikultural yang menekankan nilai toleransi, moderasi beragama, serta pencegahan konflik di lingkungan sekolah.
Melalui forum akademik tersebut, para kandidat doktor mengajak pelajar untuk memahami pentingnya sikap saling menghargai perbedaan, baik perbedaan latar belakang sosial, budaya, maupun pandangan keagamaan. Pendidikan Islam multikultural diposisikan sebagai pendekatan strategis dalam membangun karakter pelajar yang berakhlak, inklusif, dan berwawasan kebangsaan.
Kepala SMA NU Pakis, Nanik Nurhayati, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa program Kandidat Doktor Mengabdi merupakan program baru pertama kali dilaksanakan di lembaga pendidikan yang ia pimpin. Menurutnya, kehadiran para kandidat doktor memberikan warna baru dalam penguatan literasi keislaman dan kebangsaan di lingkungan sekolah.
"Ya tentunya program kandidat doktor mengabdi dari Universitas Islam Malang ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan para siswa-siswi dan para pendidik di SMA NU Pakis, tentang keberagaman." Kata Nanik Nurhayati.
Lebih lanjut, Nanik Nurhayati berharap kegiatan ini tidak berhenti pada seminar semata. Ia menginginkan adanya program berkelanjutan pasca kegiatan Kandidat Doktor Mengabdi, sehingga nilai-nilai pendidikan Islam multikultural dapat terus diimplementasikan dan manfaatnya dirasakan oleh seluruh civitas akademika SMA NU Pakis, baik siswa, guru, maupun tenaga kependidikan.
"Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan menengah atas, khususnya SMA NU Pakis dalam membangun ekosistem pendidikan yang damai, inklusif, dan berorientasi pada pencegahan konflik sejak dini." Imbuhnya.
Sementara itu pembimbing lapangan Kandidat Doktor Mengabdi Prof. HM Mas'ud Said, Ph.D dalam keterangannya melalui sambungan telepon menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian seperti ini akan terus diperluas ke berbagai lembaga pendidikan dan komunitas masyarakat.
“Kami berharap sinergi antara UNISMA dan sekolah-sekolah, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama, dapat terus terjalin dengan baik. Harapannya adalah turut memberikan kontribusi untuk mencetak generasi muda yang berilmu, berkarakter, dan memiliki wawasan multikultural yang kuat,” ujarnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Profesor berkacamata yang juga menjabat sebagai Direktur Pascasarjana Universitas Islam Malang tersebut menegaskan komitmennya, UNISMA sebagai perguruan tinggi tidak hanya unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga aktif berkontribusi dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai, toleran, harmoni dan berkeadaban.(*/lid)
Editor : Kholid Amrullah