MALANG KOTA - Politeknik Negeri Malang (Polinema) menutup tahun 2025 dengan torehan prestasi membanggakan. Sejumlah penghargaan bergengsi berhasil diraih, baik di tingkat nasional maupun internasional. Capaian tersebut diraih melalui ajang Anugerah Diktisaintek 2025 serta pemeringkatan UI GreenMetric 2025.
Pada Anugerah Diktisaintek 2025, Polinema sukses memborong total 10 penghargaan. Rinciannya, enam penghargaan kategori terbaik (gold), dua kategori silver, serta dua kategori perunggu. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kinerja Polinema dalam berbagai aspek pengelolaan pendidikan tinggi vokasi.
Direktur Polinema Supriatna Adisuwignjo menjelaskan, capaian tersebut mencerminkan konsistensi institusi dalam meningkatkan tata kelola dan layanan pendidikan.
Beberapa kategori penilaian meliputi pelaporan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI), manajemen keprotokolan, penguatan kerja sama industri, bidang kemahasiswaan, hingga pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
”Penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika Polinema. Kami berupaya menjaga kinerja institusi tetap selaras dengan kebijakan dan target yang ditetapkan Kemendiktisaintek,” ujar Supriatna.
Ia menambahkan, berbagai capaian tersebut tidak terlepas dari strategi yang dirumuskan secara terencana dalam rencana kerja institusi. Seluruh program dikawal agar tetap sejalan dengan Key Performance Indicator (KPI) serta Indikator Kinerja Utama (IKU) pendidikan tinggi vokasi.
Tak hanya di tingkat nasional, Polinema juga mencatatkan prestasi pada pemeringkatan UI GreenMetric 2025. Kampus vokasi unggulan di Malang ini menempati peringkat 48 dari 196 perguruan tinggi nasional yang berpartisipasi. Sementara di tingkat global, Polinema berada di peringkat 454 dari 1.754 perguruan tinggi dunia.
Partisipasi Polinema dalam UI GreenMetric telah berlangsung sejak 2022. Penilaian dilakukan berdasarkan enam indikator utama, yakni infrastruktur, pengelolaan sampah, energi, air, edukasi, serta transformasi berkelanjutan.
Dari seluruh indikator tersebut, Polinema mencatatkan capaian menonjol pada aspek edukasi, terutama melalui penelitian dan program yang selaras dengan kebutuhan masyarakat serta 17 tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
Ke depan, Supriatna berharap capaian yang diraih sepanjang 2025 tidak hanya dapat dipertahankan, tetapi juga terus ditingkatkan. ”Kami ingin prestasi ini memberi dampak nyata, tidak hanya bagi dunia industri, tetapi juga masyarakat luas,” pungkasnya. (mel/adn)
Editor : A. Nugroho