Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dies Natalis Ke-63 Universitas Brawijaya, Gelar Sidang Pleno dan Beri Penghargaan Sivitas Akademi Berkontribusi

Galih R Prasetyo • Selasa, 6 Januari 2026 | 10:11 WIB
DIES NATALIES KE-63: 1) Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Indonesia Prof Yassier, 2) Rektor Universitas Brawijaya Prof Widodo, 3) Ketua Senat Akademik Universitas Brawijaya Prof Dr Ir Nuhfil Hanani
DIES NATALIES KE-63: 1) Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Indonesia Prof Yassier, 2) Rektor Universitas Brawijaya Prof Widodo, 3) Ketua Senat Akademik Universitas Brawijaya Prof Dr Ir Nuhfil Hanani

MALANG KOTA - Universitas Brawijaya menggelar sidang pleno terbuka majelis wali amanat dalam rangka Dies Natalis Ke-63. Sidang yang mengusung tema Tumbuh Berdaya, Berdampak Nyata itu berlangsung di Gedung Samantha Krida pada Senin (5/12). Dihadiri oleh sivitas akademika UB, forkopimda, hingga perwakilan kementerian.

Dalam sidang pleno tersebut, UB juga memberikan penghargaan kepada sivitas akademi yang memiliki kontribusi. Dalam hal kemanusiaan, ada tiga sivitas yang mendapat penghargaan yakni dr Aurick Yudha Negara SpEM KPEC FICEP, dr Mohammad Kuntadi Syamsul Hidayat MKes SpOT, dan Dr dr Ristiawan Muji Laksono SpAnTI Subsp MN(K) FIPP.

Lalu, sivitas yang berkontribusi dalam penelitian bereputasi internasional. Mereka adalah Prof Dr Sujarwoto SIP MSi MPA dan Dr Holipah PhD.

DAPAT PENGHARGAAN: 1) dr Aurick Yudha Negara SpEM KPEC FICEP, 2) dr Mohammad Kuntadi Syamsul Hidayat MKes SpOT, dan 3) Dr dr Ristiawan Muji Laksono SpAnTI Subsp MN(K) FIPP mendapat piagam penghargaan
DAPAT PENGHARGAAN: 1) dr Aurick Yudha Negara SpEM KPEC FICEP, 2) dr Mohammad Kuntadi Syamsul Hidayat MKes SpOT, dan 3) Dr dr Ristiawan Muji Laksono SpAnTI Subsp MN(K) FIPP mendapat piagam penghargaan

Kemudian yang memiliki kontribusi untuk pengembangan pengetahuan melalui publikasi yakni Prof Dr Ir Femiana Gapsari MF ST MT. Prof Ir Arifin Noor Sugiharto MSc PhD mendapat apresiasi atas kontribusinya di bidang inovasi serta hilirisasi riset.

Ketua Panitia Dies Natalis Ke-63 Prof Dr Hamidah Nayati Utami SSos MSi menjelaskan, pada tahun ini ada 16 kegiatan yang digelar dalam rangka Dies Natalis. Mulai dari kegiatan yang mencakup bidang akademik, kemahasiswaan, internasionalisasi, sosial, seni budaya, lingkungan, hingga olahraga.

Kegiatan yang digelar tidak hanya sekadar seremonial. Contohnya pada kegiatan yang mengangkat tema sosial budaya. ”Ada nguri-nguri budaya pawon dan kenduri juga,” ucap dekan Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) tersebut.

Sementara itu, Rektor UB Prof Widodo SSi MSi PhD Med Sc menyampaikan, pada usia yang ke-63, ada banyak capaian yang sudah diraih. Antara lain 198 Prodi unggul dari berbagai jenjang. Kemudian jumlah mahasiswa yang berada di angka 70.905 orang. Mereka mendapat pengajaran dari 2.185 tenaga kependidikan.

Secara reputasi, UB sekarang menduduki ranking 150 di tingkat Asia versi QS WUR dan ranking 680 di tingkat dunia. Sementara di Indonesia, UB menduduki peringkat sembilan.

Untuk mempertahankan capaian-capaian tersebut, UB akan terus melakukan sejumlah upaya. Salah satunya, terus melakukan penguatan kompetensi lulusan. ”Kami memiliki Direktorat Pengembangan Karier dan Alumni (DPKA) yang sudah menggandeng banyak stakeholder," tegas Widodo.

Ketua Majelis Wali Amanat UB Prof Dr Muhadjir Effendy MAP, menyampaikan, 63 tahun merupakan usia yang terbilang muda. ”(UB) Masih trengginas dan massa ototnya penuh. Ini puncak UB untuk meraih prestasi yang setinggi-tingginya,” tutur dia.

Muhadjir merasa bangga dengan pencapaian UB. Dari perguruan tinggi yang dulunya terpencar menjadi perguruan tinggi yang unggul. Dia pun mendorong agar sivitas akademi UB untuk meningkatkan kinerja dan capaian hingga memberi makna bagi bangsa.

Senada dengan Muhadjir, Menteri Ketenagakerjaan RI Prof Dr Yassierli PhD menyampaikan, 63 tahun adalah usia yang cukup untuk memberikan impact. Dia berharap ke depan UB maupun kampus lainnya bisa menjadi mitra untuk mewujudkan amanat konstitusi. Setiap warga negara berhak mendapat penghidupan yang layak dan pekerjaan.

Terlebih lagi Indonesia memiliki potensi angkatan kerja sebanyak 153 juta dengan dinamika dan kompleksitasnya. ”86 persen di antaranya maksimal adalah lulusan SMA/SMK yang tersebar di seluruh Indonesia,” beber Yassierli. (mel/gp)

Editor : Aditya Novrian
#universitas brawijaya #malang #FIA #DPKAD