Kabupaten Malang — Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Malang terus memperkuat perannya dalam mendukung Transformasi Kesehatan melalui pelaksanaan Pengabdian Masyarakat Wilayah Binaan di Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Program ini menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif serta pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak guna mempercepat penurunan angka stunting di tingkat desa.
Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut diperkuat dengan implementasi program dari Kementerian Kesehatan yaitu Investing in Nutrition and Early Years (INEY) Fase II, yang merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Malang, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Puskesmas Pujon, Kecamatan Pujon, serta Pemerintah Desa Pujon Kidul. Program ini menyasar kelompok rentan stunting, meliputi remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita sebagai bentuk pencegahan sejak dini.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Malang tahun 2024, Desa Pujon Kidul tercatat sebagai desa dengan angka stunting peringkat kedua tertinggi di Kabupaten Malang. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh masih rendahnya pengetahuan masyarakat tentang pencegahan stunting sejak dini, keterbatasan jangkauan program kesehatan terhadap keluarga balita stunting, serta belum optimalnya deteksi dini risiko stunting di tingkat keluarga dan posyandu.
Rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat Wilayah Binaan dan INEY dilaksanakan sejak Juni hingga Desember 2025 dengan pendekatan terstruktur dan berbasis kebutuhan lokal. Tahap awal kegiatan diawali dengan analisis situasi melalui Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara bersama perangkat desa, bidan desa, tenaga kesehatan Puskesmas Pujon, serta perwakilan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk memetakan permasalahan kesehatan ibu dan anak serta potensi sumber daya lokal yang dapat dioptimalkan.
Salah satu fokus utama program adalah penguatan kapasitas kader posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan desa. Kader dibekali pelatihan terstandar yang mencakup pendampingan ibu hamil, ibu nifas, ibu menyusui, serta balita, termasuk keterampilan pencatatan dan pelaporan posyandu. Pelatihan dilaksanakan melalui metode ceramah interaktif, praktikum, simulasi lapangan, serta inovasi pembelajaran menggunakan metode EMO-DEMO.
Selain pelatihan, kader juga mendapatkan kesempatan praktik langsung dalam pendampingan ibu hamil dan balita, serta terlibat aktif dalam kegiatan imunisasi dan pendampingan pelaksanaan posyandu Desa Pujon Kidul. Pendampingan ini bertujuan meningkatkan kemampuan kader dalam melakukan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita, deteksi dini risiko stunting, serta pemberian edukasi kesehatan yang tepat kepada keluarga sasaran.
Program INEY juga memperluas jangkauan intervensi dengan menyasar kelompok remaja melalui inovasi INEY Go to School. Kegiatan ini dilaksanakan di dua sekolah yang berada di wilayah Desa Pujon Kidul, yakni SMPN 3 Pujon Satu Atap dan MTs Almujtabaa. Sasaran utama kegiatan ini adalah remaja putri sebagai kelompok kunci dalam pencegahan stunting sejak masa pra-kehamilan.
Melalui INEY Go to School, remaja mendapatkan edukasi kesehatan reproduksi dan pencegahan stunting, skrining anemia dan Kekurangan Energi Kronis (KEK), edukasi bahaya NAPZA, serta distribusi Tablet Tambah Darah bagi remaja putri. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Puskesmas Pujon, bidan desa, perawat desa, Pemerintah Desa Pujon Kidul, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Malang.
Dalam mendukung inovasi berbasis teknologi, kegiatan edukasi dan skrining anemia pada remaja juga memanfaatkan aplikasi berbasis website “Reaksi”, yang merupakan hasil penelitian dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Malang. Pemanfaatan aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi remaja sekaligus memperkuat pencatatan data kesehatan secara digital.
Koordinator Wilayah Binaan Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Malang, Duhita Dyah Apsari, S.Keb., Bd., M.Kes, menjelaskan bahwa program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu dan membina masyarakat Desa Pujon Kidul melalui pemberdayaan perempuan, keluarga, dan masyarakat dalam upaya penurunan stunting.
“Stunting merupakan masalah bersama yang harus diselesaikan secara kolaboratif. Melalui program Wilayah Binaan dan INEY, kami berupaya mendorong deteksi dini, pencegahan stunting sejak remaja, serta penguatan peran kader dan keluarga dalam menjaga kesehatan ibu dan anak,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Pujon Kidul dan Puskesmas Pujon atas dukungan yang diberikan selama pelaksanaan program tahun 2025. Diharapkan, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat ini dapat menjadi contoh praktik baik dalam percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak secara berkelanjutan. (aw)
Editor : Indra Andi