MALANG KOTA — Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya resmi meluncurkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2026 dengan pendekatan kolaboratif yang menyasar 23 kelurahan di dua kecamatan strategis Kota Malang: Klojen dan Lowokwaru.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi, tetapi juga wujud nyata sinergi antara kampus, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan berbasis ekonomi kreatif dan transformasi digital.
Acara pembukaan KKN 2026 dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Wakil Walikota Malang, Ali Muthohirin, Dekan Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya, Mukhammad Kholid Mawardi, S.Sos., M.AB., Ph.D., serta perwakilan legislatif dan eksekutif Kota Malang.
Turut hadir pula Camat Klojen, Willstar Taripar Hatoguan, S.STP, M.AP, dan Camat Lowokwaru, Drs. Rudi Cahyono Catur Utomo, yang siap mendukung penuh pelaksanaan program di wilayah kerja masing-masing.
Dalam sambutannya, Wakil Walikota Malang, Ali Muthohirin, menyampaikan apresiasi tinggi atas keputusan Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya untuk menempatkan lokasi KKN di wilayah perkotaan yang menjadi jantung aktivitas pendidikan dan ekonomi kreatif Kota Malang.
“Kolaborasi ini sangat strategis. Kota Malang baru saja dikukuhkan oleh UNESCO sebagai Creative City of Media Arts, sehingga kontribusi mahasiswa vokasi dalam pengembangan ekonomi kreatif, digital marketing, branding, hingga pelayanan publik berbasis digital akan memberikan dampak nyata bagi percepatan pembangunan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Dekan Fakultas Vokasi, Mukhammad Kholid Mawardi, menegaskan bahwa KKN kali ini dirancang sebagai bentuk pendidikan berdampak (impactful education) yang menghubungkan kompetensi akademik dengan kebutuhan riil masyarakat.
“Mahasiswa dari Program Studi D4 Desain Grafis dan D4 Manajemen Perhotelan—total 322 peserta—akan menjalankan program yang selaras dengan isu prioritas Kota Malang, termasuk pencapaian Sustainables Development Goals (SDGs), khususnya di bidang lingkungan dan ekonomi inklusif,” jelasnya.
Dukungan legislatif juga menguatkan inisiatif ini. Anggota DPRD Kota Malang Komisi C, Dito Arief Nurakhmadi, S.AP, M.AP, menyatakan bahwa kolaborasi antara kampus dan pemerintah daerah merupakan langkah maju yang patut ditiru oleh fakultas dan perguruan tinggi lain.
“Dengan lebih dari 70 kampus di Malang, potensi sinergi sangat besar. KKN Vokasi UB 2026 menjadi contoh konkret bagaimana kampus bisa hadir bukan sebagai ‘menara gading’, tapi sebagai mitra pembangunan,” tegasnya.
Di tingkat operasional, kedua camat menyatakan kesiapan penuh untuk memfasilitasi mahasiswa selama pelaksanaan KKN. Camat Klojen, Willstar Taripar Hatoguan, dan Camat Lowokwaru, Drs. Rudi Cahyono Catur Utomo, menekankan pentingnya adaptasi sosial dan komunikasi kontekstual dalam berinteraksi dengan masyarakat perkotaan yang heterogen.
Mereka juga membuka saluran koordinasi langsung jika terjadi kendala di lapangan. Rangkaian kegiatan KKN diakhiri dengan diseminasi hasil inovasi mahasiswa sebagai wujud transparansi publik dan upaya nyata dalam mendukung visi pembangunan kota kreatif.
Program KKN Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya 2026 bukan hanya tentang pemenuhan kurikulum, tetapi juga manifestasi nyata dari semangat kolaborasi, inovasi, dan tanggung jawab sosial—menuju Kota Malang yang lebih hijau, digital, dan berkelanjutan.
Editor : Aditya Novrian