KEPANJEN – Bupati Malang H M. Sanusi mematok target tinggi untuk siswa sekolah unggulan. Sekitar 70 persen siswa di sekolah unggulan ditargetkan memperoleh nilai rata-rata minimal 90. Hal itu disampaikan Sanusi seusai mengevaluasi empat sekolah, yakni SDN Jatirejoyoso, SDN 4 Panggungrejo, SMPN 4 Kepanjen, dan SMPN 3 Kepanjen.
“Kami mengevaluasi kegiatan pembelajaran SD maupun SMP untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak. Target kami, nilai kelulusan anak-anak nanti rata-rata 90,” ujar Sanusi setelah meninjau SMPN 3 Kepanjen kemarin.
Nilai tersebut setidaknya untuk empat mata pelajaran. Yakni bahasa Indonesia, bahasa Inggris, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan matematika. Sebagai informasi, terdapat 10 SMP yang ditetapkan sebagai sekolah unggulan.
Yakni SMPN 1 Bululawang, SMPN 1 Karangploso. SMPN 3 Kepanjen, SMPN 4 Kepanjen, SMPN 1 Ngantang, SMPN 1 Singosari, SMPN 2 Sumberpucung, SMPN 1 Tumpang, SMPN 1 Turen, dan SMPN 1 Wagir.
“Untuk sekolah unggulan tersebut, yang punya nilai rata-rata 90 harus minimal 70 persen. Sekolah lainnya bisa di bawahnya,” ujar orang nomor satu di lingkungan Pemkab Malang itu. Untuk mencapai target tersebut, dia mengatakan, sekolah harus memperbaiki sistem belajar mengajar.
Utamanya dengan meningkatkan kedisiplinan dan keaktifan siswa. Sehingga pembelajaran dapat bersifat dua arah. Selain itu, kegiatan ekstrakurikuler juga harus dikembangkan. Seperti di SMPN 3 Kepanjen, terdapat ekstrakurikuler budidaya lele dan kompos.
Sementara itu, Kepala SMPN 3 Kepanjen Margo Sujono Hadi menyampaikan, pihaknya sudah mengumpulkan siswa-siswi yang memiliki keunggulan di bidang akademik. Mereka dibagi menjadi tiga kelas unggulan.
Masing-masing kelas terdiri atas 32 siswa, sehingga jika ditotal ada 96 siswa yang masuk kelas unggulan. “Untuk yang kelas 8 dan 9 juga sudah kami ranking dari peringkat 1 sampai 96,” kata dia.
Siswa-siswi di kelas tersebut akan terus dipacu untuk memaksimalkan kemampuan akademik. Tidak hanya kemampuan intelektual, siswa juga diharapkan memiliki kecerdasan emosional dan spiritual.
Seperti diberitakan, terdapat empat kompetensi yang kami harap dapat dimiliki siswa-siswi dari sekolah unggulan. Yakni religius, nasionalis, cerdas, dan kompetitif. Religius artinya siswa memiliki iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Nasionalisme, siswa-siswi tidak terpengaruh ekstrem kanan maupun ekstrem tinggi. Seperti prinsip dalam profil pelajar Pancasila. Selanjutnya, kecerdasan, baik akademik, spiritual, dan emosional.(yun/dan)
Editor : Aditya Novrian