Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Chalidana Islamic School Kenalkan Budaya Literasi dan Eksperimen di CFD Ijen

Aditya Novrian • Selasa, 13 Januari 2026 | 15:43 WIB

Chalidana Islamic School Malang menghadirkan pojok literasi dan eksperimen sains untuk anak-anak saat Car Free Day Ijen, Minggu (11/1). (Nabila Amelia/Radar Malang)
Chalidana Islamic School Malang menghadirkan pojok literasi dan eksperimen sains untuk anak-anak saat Car Free Day Ijen, Minggu (11/1). (Nabila Amelia/Radar Malang)

MALANG KOTA – Car Free Day (CFD) Ijen pada Minggu (11/1) tak hanya diisi aktivitas olahraga. Chalidana Islamic School Malang turut meramaikan agenda mingguan itu dengan menghadirkan kegiatan edukatif bagi anak-anak, mulai membaca buku hingga eksperimen sains sederhana.

Melalui stan khusus, sekolah tersebut mengajak anak-anak yang berkunjung ke CFD untuk terlibat langsung dalam berbagai aktivitas belajar yang selama ini menjadi bagian dari keseharian di sekolah. Kepala Chalidana Islamic School Malang, Wewen, mengatakan kegiatan itu sekaligus menjadi sarana pengenalan konsep pembelajaran yang diterapkan di sekolahnya.

“Kami mengenalkan kegiatan berbasis Science, Technology, Religion, Engineering, Art, and Mathematic atau STREAM,” ujar Wewen kepada Jawa Pos Radar Malang.

Baca Juga: Layanan Terpadu Pajak Baru Diminati Masyarakat, DJP Jatim III Jemput Bola Aktivasi Coretax di CFD Ijen

Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah pojok baca. Anak-anak diajak membaca buku cerita dan bacaan edukatif. Menurut Wewen, kegiatan membaca menjadi perhatian khusus karena minat baca anak di Indonesia masih perlu terus ditumbuhkan sejak dini.

Selain literasi, Chalidana Islamic School juga menghadirkan berbagai eksperimen sains sederhana. Anak-anak tampak antusias mengikuti percobaan seperti magic milk, lava lamp, rose colouring, hingga invisible letter. Kegiatan tersebut dirancang agar anak belajar sambil bermain.

“Lewat eksperimen, anak-anak dilatih kepekaan sensorik secara visual, auditori, taktil, dan kinestetik melalui aktivitas eksploratif yang melibatkan berbagai indera. Dari situ kami juga bisa melihat potensi-potensi yang dimiliki anak,” jelasnya.

Baca Juga: Tak Hanya untuk Olahraga, CFD MBatu Sae Bertransformasi Jadi Ruang Edukasi Budaya

Tak hanya menyasar anak-anak, kegiatan ini juga menarik minat para orang tua. Selama pelaksanaan CFD, tercatat sekitar 37 orang tua datang untuk menggali informasi mengenai sistem pembelajaran di Chalidana Islamic School.

Kepada para orang tua, pihak sekolah menjelaskan bahwa proses belajar di Chalidana Islamic School mengintegrasikan pembiasaan nilai-nilai Islam, penguatan karakter, serta pengembangan keterampilan abad ke-21.

Anak-anak dibiasakan menjalani aktivitas positif seperti salat dhuha, penerapan adab Islami dalam keseharian, hingga komunikasi menggunakan Bahasa Inggris. Selain itu, pembelajaran dirancang aktif dan bermakna melalui pendekatan eksperimen serta eksplorasi, yang mendorong kepekaan sensorik, kemampuan berpikir kritis, dan kreativitas siswa.

“Kami ingin menunjukkan bahwa belajar bisa dilakukan dengan cara menyenangkan, termasuk di ruang publik seperti CFD,” pungkas Wewen. (mel)

Editor : Aditya Novrian
#Chalidana Islamic School #CFD