Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Universitas Islam Negeri-Universitas Brawijaya Kota Malang Masih Bimbang Gunakan Tes Kemampuan Akademik untuk Seleksi Nasional Berbasis Prestasi

Bayu Mulya Putra • Kamis, 15 Januari 2026 | 10:29 WIB
Ilustrasi TKA
Ilustrasi TKA

MALANG KOTA - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk pelajar SMA/SMK sederajat sudah dikebut pada November lalu. Hasil TKA sempat diformulasikan untuk pendamping rapor dalam Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP). Namun setelah melihat hasilnya secara nasional, banyak nilai TKA yang di bawah rata-rata.

Beranjak dari hal itu, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) membebaskan kampus dalam menggunakan nilai TKA dalam SNBP. Pilihan itu membuat kampus cukup bimbang. Seperti dirasakan Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki).

Kedua pihak kini sedang melakukan pembahasan untuk mempertimbangkan perlunya TKA untuk seleksi SNBP. Sementara itu, Universitas Negeri Malang (UM) memilih tak mensyaratkan TKA untuk proses SNBP di kampus mereka. Sebab hasilnya belum terlalu kuat. Dan, penyelenggaraannya juga cukup mendadak.

”Apalagi sudah menjadi isu nasional bahwa TKA ini belum benar-benar mencerminkan hasil kompetensi siswa yang sebenarnya,” ujar Direktur Pendidikan UM Prof Evi Eliyanah SS MA PhD. Masih butuh waktu untuk TKA dijadikan salah satu indikator penilaian SNBP. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas di beberapa komponen penilaian.

Seperti pelaksanaan TKA, sosialisasi kepada siswa, mata pelajaran yang diujikan, hingga soal-soal yang disuguhkan saat TKA. Dari sisi validitas, TKA juga masih banyak yang mengkritisi. Untuk itu UM memilih tidak menggunakan TKA selagi tidak ada kewajiban dari Kemendiktisaintek.

”Untuk langkah awal sudah cukup TKA sebagai syarat penentuan siswa eligible, tapi kalau sampai penentuan SNBP saya rasa masih belum,” papar Evi kepada Jawa Pos Radar Malang. Di tempat lain, Sekretaris Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik (DALA) UB Arif Hidayat belum memastikan penyertaan TKA pada SNBP di kampusnya.

Berdasar pedoman yang diterbitkan panitia pusat, untuk sementara TKA hanya digunakan untuk menentukan siswa eligible yang bakal mendaftar SNBP saja. ”Kami masih menunggu petunjuk teknis dari panitia pusat juga. Sepertinya Pak Rektor juga belum rapat dengan forum rektor terkait itu,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Bagian Akademik UIN Maliki Malang Imam Ahmad. Pihaknya mengikuti bakal arahan BP3 sebagai pelaksana SNPMB 2026. ”Untuk penggunaan nilai TKA, kami perlu diskusi dengan pimpinan dulu,” pungkasnya. (aff/by)

Editor : Aditya Novrian
#tka #UB #UIN #malang