Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Laptop Gratis untuk Sekolah Rakyat di Kota Malang Mulai Digunakan

Aditya Novrian • Selasa, 20 Januari 2026 | 10:20 WIB
ADAPTASI: Siswa SRMA Kota Malang mulai menggunakan laptop bantuan pemerintah pusat dalam kegiatan belajar mengajar kemarin (19/1) pagi.
ADAPTASI: Siswa SRMA Kota Malang mulai menggunakan laptop bantuan pemerintah pusat dalam kegiatan belajar mengajar kemarin (19/1) pagi.

MALANG KOTA – Bantuan laptop dari pemerintah pusat mulai dimanfaatkan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Kota Malang. Namun, pada tahap awal, pemakaiannya masih terbatas untuk mata pelajaran tertentu karena siswa masih beradaptasi dengan perangkat digital.

Total ada 163 unit laptop yang diterima dua sekolah. Rinciannya, 94 unit untuk SRMP dan 69 unit untuk SRMA. Bantuan itu merupakan bagian dari distribusi 16 ribu laptop gratis dari Kementerian Sosial (Kemensos) untuk siswa dan guru Sekolah Rakyat di berbagai daerah.

Kepala SRMP Kota Malang Rida Afrilyasanti mengatakan, pada tahap awal ini laptop hanya digunakan untuk pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta koding. Sekolah masih fokus pada pengenalan dasar penggunaan perangkat kepada siswa.

”Anak-anak masih perlu waktu untuk beradaptasi. Karena itu, pemakaiannya belum untuk semua mata pelajaran,” ujarnya kemarin (19/1). Menurut Rida, penggunaan laptop baru dimulai semester ini. Pihak sekolah juga menggandeng Dinas Kominfo untuk membantu pengenalan dan pendampingan literasi digital bagi siswa.

Selama ini, siswa Sekolah Rakyat hampir seluruhnya tidak memiliki perangkat penunjang belajar berbasis teknologi. Karena itu, keberadaan laptop dinilai penting untuk membuka akses dan meningkatkan keterampilan dasar siswa.

Ke depan, setiap murid direncanakan mendapat satu unit laptop. Perangkat tersebut sudah dilengkapi sistem terintegrasi agar guru dan siswa lebih mudah mengakses materi pembelajaran, tugas, hingga evaluasi. ”Namun, untuk laptop khusus guru, pihak sekolah masih menunggu pengiriman lanjutan dari pemerintah pusat,” terang dia.

Sementara itu, Kepala SRMA Kota Malang Wita Zarowi menyebut bantuan laptop sangat relevan dengan kondisi peserta didiknya. Mayoritas siswa SRMA berasal dari keluarga miskin ekstrem. Bahkan, sebagian di antaranya merupakan pelajar putus sekolah yang kemudian melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat.

”Bagi anak-anak kami, alat belajar seperti laptop bukan sekadar fasilitas, tapi kebutuhan. Apalagi keterampilan digital dan visual sekarang banyak dibutuhkan di dunia kerja,” katanya.

SRMA Kota Malang sendiri baru beroperasi sejak Juli lalu. Hingga kini, proses belajar mengajar berjalan relatif lancar dengan jumlah 69 siswa yang terbagi dalam tiga rombongan belajar. Selain laptop, sekolah juga memanfaatkan papan digital interaktif untuk mendukung kegiatan belajar di kelas.

Wita menambahkan, selain keterampilan teknis, siswa juga perlu dibekali literasi etika bermedia sosial dan pemanfaatan teknologi secara sehat. Materi seperti desain grafis dan pembelajaran visual digital juga mulai dikenalkan secara bertahap. (aff/adn)

Editor : Aditya Novrian
#Kemensos #tik #malang #SRT