Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dua SMAN di Kabupaten Malang Tak Punya Kasek Definitif

Aditya Novrian • Sabtu, 24 Januari 2026 | 12:40 WIB
KEPSEK KOSONG: Aktivitas administrasi dan akademik di dua SMAN di Kabupaten Malang harus berjalan tanpa pimpinan tetap. (dindik.jatimprov.go.id)
KEPSEK KOSONG: Aktivitas administrasi dan akademik di dua SMAN di Kabupaten Malang harus berjalan tanpa pimpinan tetap. (dindik.jatimprov.go.id)

KEPANJEN – Belum semua SMA negeri di Kabupaten Malang mempunyai kepala sekolah (Kasek) definitif. Data Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Malang mengungkapkan, dua SMA negeri yang dipimpin pelaksana tugas (Plt).

Kedua sekolah tersebut adalah SMAN 1 Kepanjen yang dirangkap oleh Kasek SMAN 1 Lawang dan SMAN 1 Pagak dipimpin Plt yang menjabat Kasek definitif SMAN 1 Sumberpucung.

Kepala Cabang Dinas Wilayah Kabupaten Malang Dwi Anggraeni mengatakan, pihaknya sudah mengajukan calon Kasek definitif untuk SMAN 1 Kepanjen dan SMAN 1 Pagak. Pengajuannya melalui aplikasi Sistem Pengangkatan Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah (KSPS). “Sebanyak dua calon kepala sekolah masih proses peninjauan. Semoga bisa segera ditetapkan Kasek definitif,” ujar Anggraeni kemarin.

Untuk sementara, dia melanjutkan, dua sekolah itu dipimpin Plt. Selama merangkap, dua Kasek tersebut terpaksa membagi jadwal pengawasan dalam sepekan. Sebab penugasan Plt melalui pertimbangan mempertahankan Kasek definitif lama yang dimutasi menjadi Kasek definitif baru di sekolah lain.

Berdasar Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 7 Tahun 2025, syarat calon Kasek harus memiliki sertifikat pendidik. Selain itu, dia mengatakan, calon Kasek juga harus memiliki penilaian kerja baik selama dua tahun terakhir. Bagi PNS, paling rendah pangkatnya III/c.

Di pihak lain, Kasi SMA Cabang Dinas Wilayah Malang Prambono menuturkan, jabatan Kasek yang kosong masih berusaha diisi. Menurutnya, penetapan Kasek definitif lebih baik dan lebih efektif. Sebab apabila sudah ada Kasek definitif, dia yakin pendampingan kepada guru lebih maksimal. “Saat ini Plt harus bergantian mengawasi sekolah. Kinerjanya memang baik, tapi tentu lebih baik kalau ada Kasek definitif di masing-masing sekolah,” ujar pria yang akrab disapa Bono itu.

Selain itu, dia melanjutkan, Plt juga tidak bisa standby di dua sekolah dalam satu waktu. Itu menjadikan pasti ada sekolah yang kosong tanpa Kasek yang standby di sana tiap harinya. Dia menambahkan, Plt juga sulit memutuskan alokasi anggaran besar serta hal-hal lain yang memerlukan kewenangan Kasek definitif, seperti keputusan tunjangan jabatan struktural penuh. ”Karena Plt ini hanya bersifat sementara untuk kelancaran tugas rutin saja,” kata dia. (aff/dan)

 

Disunting kembali oleh: Satya Eka Pangestu

Editor : Aditya Novrian
#Kepala Sekolah Kosong #Kabupaten Malang #SMAN #pendidikan