Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Perjalanan Tim Universitas Negeri Malang Langganan Juara Internasional di Shell Eco Marathon, Berhasil Mengalahkan 750 Peserta dari 16 Negara

Mahmudan • Senin, 2 Februari 2026 | 12:58 WIB
MEMBANGGAKAN: Anggota Semeru Team Universitas Negeri Malang (UM) bersama replika mobil yang mengantarkan menjadi juara satu International Shell Eco-marathon di Qatar, 26 Januari lalu.
MEMBANGGAKAN: Anggota Semeru Team Universitas Negeri Malang (UM) bersama replika mobil yang mengantarkan menjadi juara satu International Shell Eco-marathon di Qatar, 26 Januari lalu.

KUMBOLO Evo 3 dan Akasa Evo 2 mengaspal dengan mulus di ajang International Shell
Eco-marathon Qatar 2026 pada 21 Januari lalu. Jalannya mulus, bodi mobil ramping, dan
penggunaan energinya sangat hemat. Keunggulan tersebut memukau para juri, sehingga
berhasil menyabet juara.

Seluruh part dari dua mobil itu murni buatan Semeru Team dari Universitas Negeri Malang (UM). Kumpulan dari 32 mahasiswa lintas program studi (prodi) dan fakultas dengan satu ambisi, yakni menjuarai program kompetisi akademik global itu. Mereka banyak bergelut dengan penjual besi.

Mulai yang baru hingga rongsokan untuk mencari bahan dengan kualitas terbaik. Satu per satu, organ disatukan. Tentunya berdasar perhitungan matang dan mengacu rekayasa mesin yang sudah dirancang. Anggota lain mulai mengecat per bagian mobil agar tampak rupawan, meski sebagian barang bekas.

“Baru pada Juni lalu, dua mobil mulai mengaspal untuk masa percobaan,” ujar Ketua Semeru Team, Danu Sulthon Aziz. Basecamp sekaligus bengkel Semeru Team di kampus UM
terdengar lebih berisik dari biasanya. Nyaris setiap hari terdengar deru mesin. Malamnya
diskusi untuk menyempurnakan jika ada kekurangan.

Mulai kekurangan pada rekayasa mesin hingga desain dipersiapkan dengan matang. Prototipe digarap di sela-sela jadwal perkuliahan yang padat. Mau tidak mau, mereka harus menyisihkan waktu untuk menyelesaikan proyek internasional yang menjadi kesepakatan bersama.

Berbagai referensi jurnal dan juara perlombaan ditelaah dan diteliti, dua prototipe terus mengalami revisi ratusan kali hingga mereka menemukan formula prototipe terbaik. Mereka banyak mencari celah dari kelemahan kompetitor. Terutama di kelas rekayasa mesin untuk menghemat bahan bakar.

Penilaian yang dipertahankan seperti performa mobil saat tampil on track dan berkas sekaligus proposal yang dikumpulkan untuk nilai off track. “Kami komposisikan mobil itu dengan bodi, komponen, dan gesekan seminimal mungkin,” lanjut Danu.

Jadilah Akasa Evo 2 dengan urban konsep kendaraan yang dirancang seperti kendaraan kota yang menempati juara tiga kategori Urban Internal Combustion Engine (ICE). Sedangkan mobil kedua, Kumbolo Evo 3, khusus mobil riset hemat energi menempati
juara satu kategori Prototype Internal Combustion Engine (ICE).

Raihan juara tersebut menjadi tiket Semeru Team mengikuti Global Championship Qyalifier Shell Eco-marathon 2027. Mereka menjadi salah satu dari empat kampus di Indonesia yang terpilih. Ajang lanjutan itu bakal mempertemukan para juara Shell Eco-marathon dari berbagai belahan dunia.

Berhasil mengalahkan 750 peserta dari 16 negara di seluruh dunia membuktikan bahwa usaha riset dan praktik pembuatan mobil mereka patut diakui dunia. Di ajangnitu, Semeru Team berhasil menembus batas-batas efisiensi energi yang juga diteliti oleh seluruh dunia.

Kini, Semeru Team lebih serius lagi menggarap proyek lanjutan. Mereka sudah mulai mencari-cari referensi untuk pembuatan mobil selanjutnya. Lawan mereka tak main-main, karena berasal dari berbagai penjuru dunia.

Mulai Amerika, Eropa, Asia, hingga Afrika. Persiapan mereka harus lebih matang lagi, apalagi jika ingin menambah daftar juara yang diukir dari tahun ke tahun. “Estafet juara sudah kami pegang sejak 2015 lalu,” pungkas
Danu. (*/dan)

Editor : Aditya Novrian
#Universitas Negeri Malang (UM) #prodi #malang #ice