MALANG KOTA – Minat guru SMK di Kota Malang dan Kota Batu untuk mengikuti Diklat Jurnalistik terus meningkat. Hingga Minggu (1/2), kuota peserta Diklat Jurnalistik Guru SMK se-Kota Malang dan Kota Batu tinggal tersisa lima orang.
Program diklat yang akan digelar Kamis (12/2) ini merupakan agenda tahunan yang telah berlangsung selama tiga tahun berturut-turut. Kegiatan tersebut diinisiasi Jawa Pos Radar Malang bekerja sama dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Malang–Kota Batu sebagai upaya meningkatkan literasi sekolah sekaligus memperkuat pemahaman guru terhadap dunia media.
Diklat akan dilaksanakan di Kantor Jawa Pos Radar Malang, Jalan Sunandar Priyo Sudarmo No. 26, Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Hingga pendaftaran sementara ditutup, tercatat sebanyak 20 guru telah mendaftar sebagai peserta.
Sebagian besar peserta berasal dari SMK negeri. Total ada 15 sekolah negeri yang telah mendaftarkan gurunya. Di antaranya SMKN 1 Malang, SMKN 3 Malang, SMKN 4 Malang, SMKN 5 Malang, SMKN 6 Malang, SMKN 7 Malang, SMKN 8 Malang, SMKN 9 Malang, SMKN 10 Malang, SMKN 11 Malang, SMKN 12 Malang, dan SMKN 13 Malang. Dari Kota Batu, peserta berasal dari SMKN 1 Batu, SMKN 2 Batu, dan SMKN 3 Batu.
Selain sekolah negeri, antusiasme juga datang dari SMK swasta. Dua sekolah, yakni SMK PGRI 2 Malang dan SMK PGRI 3 Malang, turut ambil bagian dengan mendorong guru-gurunya mengikuti diklat sebagai upaya meningkatkan budaya literasi dan produktivitas menulis di lingkungan sekolah.
Pelaksanaan diklat tahun ini menghadirkan pembaruan dibanding edisi sebelumnya. Panitia menghadirkan dua pemateri profesional dari bidang jurnalistik dan kepenulisan. Redaktur Senior Jawa Pos Radar Malang, Mahmudan, akan memberikan materi terkait teknik penulisan berita yang cepat, akurat, dan sesuai kaidah jurnalistik.
Selain itu, peserta juga akan mendapatkan pembekalan dari Direktur PT Cita Intrans Selaras, Wawan Sulthon Fauzi, M.Pd, yang dikenal sebagai salah satu penulis buku produktif di Kota Malang. Melalui materi tersebut, peserta tidak hanya dibekali kemampuan menulis berita, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan Buku Antologi perdana karya guru SMK se-Kota Malang dan Kota Batu. (bes)
Editor : Aditya Novrian