Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Nilai Tes Kemampuan Akademik Siswa SMA/SMK di Jawa Timur Jeblok

Mahmudan • Rabu, 4 Februari 2026 | 09:55 WIB
Ilustrasi nilai menurun
Ilustrasi nilai menurun

MALANG KOTA – Jika hasil Tes Potensi Akademik (TKA) menjadi rujukan kampus untuk seleksi jalur prestasi, peluang siswa tahun ini semakin kecil. Itu karena nilai rata-rata TKA jenjang SMA/SMK/Sederajat di Bumi Arema jeblok (selengkapnya lihat grafis)

Data Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Malang dan Batu mengungkap, nilai rata-rata siswa SMA/SMK se-Jawa Timur, termasuk Malang, tergolong rendah. Dari tiga mata pelajaran (mapel) wajib, tertinggi hanya Bahasa Indonesia. Itu hanya 56,98 dari 100. Sedangkan dua mapel lain, Matematika hanya 36,77 dan Bahasa Inggris 25,35.

Di Kota Malang 16.737 siswa yang ikut TKA. Terdiri atas 71 SMA, 53 SMK, dan 20 sekolah kesetaraan . “Kami mengimbau kepada sekolah-sekolah agar meningkatkan pembelajaran dan persiapan TKA sejak dini,” ujar Kasi SMA Cabang Dinas Wilayah Kota Malang dan Kota Batu Asrofi kemarin (3/2).

Rata-Rata Nilai TKA Jawa Timur
Rata-Rata Nilai TKA Jawa Timur

Terpisah, Guru BK SMAN 4 Kota Malang Evva mengatakan, 325 siswanya mengikuti TKA. Meskipun hasil rata-rata siswa yang diungkap cabdisdik rendah, Evva puas dengan nilai siswanya.

Evva menyebut ada empat kategori penilai. Meliputi istimewa, baik, memadai, dan kurang. "Sebagian besar dari siswa kami memperoleh hasil memadai sampai istimewa," ungkap dia. Disinggung terkait pengaruh hasil TKA terhadap Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB), Evva menyerahkan sepenuhnya kepada Kemendiktisaintek.

Namun pihaknya tetap mengupayakan siswanya meraih hasil sempurna karena untuk validator rapor. Senada SMAN 4 Kota Malang, SMA Katolik St Albertus (Dempo) juga meminta seluruh siswa untuk mengikuti TKA. Total ada 423 siswa kelas 12 yang berpartisipasi dalam TKA.

Selain mengantisipasi TKA sebagai syarat SPMB, juga agar tidak timbul iri hati di kalangan siswa. "Biar adil, kami minta mereka ikut semua, meskipun tidak semua mendaftar ke kampus negeri," terang Guru BK SMA Dempo Andi Yulianto. Andi memperkirakan 55 persen siswanya berniat melanjutkan ke kampus swasta atau kampus di luar negeri.

Sementara sisanya 45 persen memilih kampus negeri. "Tidak menutup kemungkinan juga daftar swasta juga mencoba ke kampus negeri," sambung Andi. Oleh karena itu pihaknya meminta para siswa mengikuti TKA. Secara hasil, Andi optimistis dengan kemampuan siswanya. (aff/mel/dan)

Editor : Aditya Novrian
#SPMB #tka #dempo #malang