MALANG KOTA - Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (UB) terus menjaga komitmen mencetak mahasiswa berdampak bagi masyarakat. Kemarin (5/2), sebanyak 317 mahasiswa memamerkan hasil program kerja saat kuliah kerja nyata (KKN) di Mal Transmart. Fokus utamanya pengembangan lingkungan sekitar kampus.
Produk yang dipamerkan berasal dari 24 kelurahan di dua kecamatan yaitu Lowokwaru dan Klojen. Program yang dirancang untuk mengembangkan potensi daerah. Seperti pengembangan UMKM, rebranding tempat wisata, hingga revitalisasi pelayanan di tingkat kelurahan.
”Tujuan utama kami memang ingin menunjukkan kemampuan mahasiswa memecahkan masalah dalam masyarakat yang berada di lingkungan sekitar kampus,” ujar Dekan Fakultas Vokasi Muhammad Kholid Mawardi S Sos M AB PhD.
Menurutnya KKN di UB menyasar desa-desa yang jauh dari kampus. Pada tahun ini, program itu bakal difokuskan juga untuk pengembangan wilayah sekitar kampus.
Komitmen menyajikan pendidikan yang berdampak itu bakal terus dikembangkan. Saat ini, masih bernuansa penelitian dan pengabdian. Ke depan, diharapkan pengembangan wilayah di sekitar kampus bisa semakin besar.
Selama KKN, mahasiswa diberi kesempatan untuk banyak belajar berkomunikasi langsung dengan masyarakat. Mereka berkumpul sekaligus mengidentifikasi permasalahan dalam masyarakat dan mencari alternatif solusi. Program itu membantu melatih kemampuan berpikir kritis mahasiswa.
Kepala Bidang Litbang Bappeda Kota Malang Yogi Handoyo mengapresiasi langkah inovatif itu. Membuktikan pengetahuan tidak berhenti di ruang kuliah. ”Universitas Brawijaya tidak hanya mencetak lulusan yang siap kerja, tetapi juga individu yang memiliki empati sosial tinggi melalui hasil pengabdian masyarakat yang dipamerkan hari ini,” ujar Yohi. (aff/gp)
Editor : Aditya Novrian