MALANG KOTA - Jawa Pos Radar Malang bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang kembali menyiapkan panggung bagi pelajar untuk menunjukkan bakat religi. Melalui Gema Ramadan 1447 H, ajang tahunan ini diarahkan sebagai wadah pencarian talenta muda Islami sekaligus penguatan karakter siswa selama bulan puasa.
Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, Gema Ramadan dijadwalkan berlangsung pada Maret bertepatan dengan Ramadan. Kegiatan ini tidak sekadar lomba, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan menuju Festival Anak Muslim (FAM) yang digelar Disdikbud Kota Malang.
Tiga cabang lomba disiapkan, yakni hafidz Alquran, tartil, dan da’i cilik. Pendaftaran dibuka 1–25 Februari. Seleksi peserta digelar 6–7 Maret, sedangkan babak final dan penganugerahan juara berlangsung 8 Maret.
Berbeda dari tahun sebelumnya, proses seleksi tahun ini dilaksanakan secara offline. Peserta dapat tampil langsung di hadapan dewan juri. Panitia menyiapkan total hadiah jutaan rupiah untuk para pemenang di setiap kategori.
Koordinator Gema Ramadan 1447 H Bachtiar Eko S. berharap sekolah-sekolah di Kota Malang aktif mengirimkan perwakilan terbaiknya. Menurut dia, ajang ini bukan hanya menyalurkan potensi siswa, tetapi juga menjadi etalase prestasi sekolah.
“Apresiasi yang luar biasa dari Kadisdikbud Kota Malang Suwarjana SE MM untuk bisa menggelar kegiatan ini lagi di tahun ini. Selain untuk menyalurkan potensi siswa, kegiatan ini juga bisa sebagai ajang unjuk gigi sekolah yang mempunyai ekstrakurikuler dari tiga bidang lomba tersebut,” ujarnya.
Peserta dapat mendaftar melalui tautan resmi panitia hingga batas waktu yang ditentukan. Biaya pendaftaran Rp 75 ribu per kategori dan setiap peserta memperoleh sertifikat. Melalui Gema Ramadan, penyelenggara berharap muncul generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki fondasi nilai keislaman yang kuat.
Editor : Aditya Novrian