MALANG KOTA – Sebanyak 15 sekolah di Kota Malang tercatat tidak melakukan finalisasi Pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) hingga batas akhir pada Senin (2/2). Dampaknya, siswa kelas akhir dari belasan sekolah tersebut dipastikan tidak dapat mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun ini.
Data Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Malang dan Kota Batu menyebutkan, sekolah yang tidak mengisi PDSS terdiri atas 13 SMK swasta dan dua SMA swasta. Padahal, secara keseluruhan terdapat 47 SMA dan 50 SMK yang terdata di Kota Malang.
Mayoritas sekolah yang tidak melakukan finalisasi berasal dari sekolah swasta dengan jumlah siswa relatif sedikit. Kasi SMA Cabang Dinas Wilayah Kota Malang dan Kota Batu Asrofi menjelaskan, sebagian besar sekolah yang tidak mengisi PDSS memang memiliki jumlah siswa kelas akhir di bawah 50 orang.
Khusus untuk dua SMA di Kota Malang, kata dia, penyebabnya bukan karena minim siswa. ”Dua sekolah itu memang masih baru dan belum ada siswa kelas 12, jadi belum daftar SNPMB,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Malang.
PDSS sendiri digunakan untuk memvalidasi data prestasi akademik siswa kelas 12 sebagai syarat mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi. Sekolah yang tidak melakukan finalisasi hingga tenggat waktu otomatis membuat siswanya tidak bisa mendaftar SNBP.
Di sisi lain, Kepala Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Swasta Kota Malang Moch. Lukman Hakim mengaku telah memantau sekolah-sekolah yang belum mengisi PDSS. Berdasarkan hasil monitoring, sebagian sekolah memang sengaja tidak melakukan pengisian karena mayoritas siswanya tidak berencana melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
”Ada sekitar 10 sekolah yang jumlah rata-rata murid kelas 12 kisaran 10–15 siswa saja,” paparnya. Menurut Lukman, tren lulusan SMK swasta di Kota Malang yang melanjutkan kuliah masih tergolong rendah, sekitar 15 persen.
Angka tersebut umumnya berasal dari sekolah dengan jumlah siswa kelas akhir di atas 50 orang. Sejak awal sudah ada pemberitahuan terkait pemeringkatan siswa eligible dan pengisian PDSS, namun banyak sekolah memilih tidak mengisi karena orientasi lulusannya lebih ke dunia kerja.
Dia mencontohkan, di sekolah yang dipimpinnya terdapat sekitar 215 siswa kelas akhir, tetapi hanya sekitar 100 siswa yang masuk kategori eligible. Dari jumlah itu pun tidak semuanya berminat melanjutkan kuliah. ”Mayoritas lulusan memang memilih bekerja dulu setelah lulus sekolah,” tandasnya. (aff/adn)
Editor : A. Nugroho