Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jangan Sampai Terulang! 4 Kesalahan Calon Mahasiswa saat Seleksi Mandiri

Aditya Novrian • Selasa, 17 Februari 2026 | 15:00 WIB

Jangan sampai gagal hanya karena kesalahan sepele, Kesalahan kecil bisa berujung diskualifikasi! (Pinterest @shai_124)
Jangan sampai gagal hanya karena kesalahan sepele, Kesalahan kecil bisa berujung diskualifikasi! (Pinterest @shai_124)

RADAR MALANG - Keketatan kampus bukanlah menjadi faktor utama kegagalan calon mahasiswa dalam seleksi mahasiswa baru. Namun, kesalahan yang sering kali dilakukan oleh calon mahasiswa tanpa sadar justru menjadi faktor utama kegagalan yang terjadi. Menghindari kesalahan saat seleksi mandiri sangatlah penting. Kesalahan kecil dalam proses seleksi mandiri dapat berdampak fatal dan menimbulkan risiko.

Seleksi mandiri merupakan jalur penerimaan mahasiswa baru yang diselenggarakan secara langsung oleh masing-masing perguruan tinggi secara mandiri dan terpisah dari seleksi nasional, yaitu SNBP/SNBT. Seleksi mandiri sering kali meliputi tes tulis, nilai atau skor UTBK-SNBT, nilai rapor, atau juga jalur seleksi mandiri prestasi. Pelaksanaan seleksi mandiri dilakukan setelah pengumuman SNBT.

Pelaksanaan yang memang diatur setelah pengumuman SNBT bertujuan untuk memaksimalkan daya tampung serta memberikan kesempatan kedua bagi calon mahasiswa yang belum beruntung pada tes nasional SNBT. Meski biaya seleksi mandiri lebih mahal dibandingkan seleksi nasional, kesempatan yang tersedia menjadi peluang bagi calon mahasiswa untuk meraih mimpinya melanjutkan studi di perguruan tinggi.

Baca Juga: Seleksi Mandiri 5 PTN Segera Dimulai: Simak Jadwal Lengkapnya

Untuk menghindari kesalahan yang sering kali dilakukan mahasiswa pada seleksi mandiri, berikut informasi mengenai kesalahan yang sering dilakukan calon mahasiswa pada seleksi mandiri:

1. Kesalahan Strategi dan Pemilihan Jurusan

Sering kali calon mahasiswa mengalami kesalahan strategi dan pemilihan jurusan karena hanya berfokus pada satu kampus maupun jurusan. Hal tersebut kerap terjadi akibat faktor gengsi yang terlalu tinggi dan tidak memperhatikan peminat, daya tampung, serta keketatan pada kampus tersebut.

Terbatasnya kuota dan tingginya keketatan jalur seleksi mandiri menimbulkan persaingan yang ketat. Calon mahasiswa harus memiliki beberapa opsi kampus untuk meminimalkan kegagalan, dengan catatan tetap memilih kampus yang sesuai dengan keinginan agar tetap nyaman saat belajar dan dapat memaksimalkan potensi diri.

Memilih jurusan tanpa memperhatikan kapasitas kemampuan diri serta tidak melihat banyaknya peminat dan tingkat keketatan juga menjadi kesalahan. Dalam pemilihan jurusan, selain memperhatikan minat dan bakat, calon mahasiswa juga harus cermat mencari peluang untuk lolos dengan melihat jumlah peminat pada jurusan tersebut.

Selain itu, saat calon mahasiswa memutuskan memilih jalur seleksi, harus segera melakukan riset mengenai materi tes, tipe soal, ataupun kriteria yang telah ditentukan sebagai syarat kelulusan.

2. Kesalahan Prosedur Administratif

Sering kali mahasiswa tidak memperhatikan perkembangan terbaru dari perguruan tinggi yang dipilih untuk mengikuti seleksi mandiri. Memperhatikan setiap jadwal, ketentuan dokumen, serta ketepatan dalam melaksanakan setiap instruksi dapat menghindari kegagalan seperti diskualifikasi akibat kesalahan administrasi.

3. Kesalahan Teknis saat Pelaksanaan Ujian

Kurangnya persiapan yang dilakukan calon mahasiswa, seperti tidak memperbanyak latihan materi soal yang kemungkinan akan keluar, dapat menyebabkan siswa tidak dapat memanajemen waktu dengan baik karena kesulitan dalam mengerjakan soal.

Alternatif yang sering dilakukan calon mahasiswa saat waktu mulai habis dan tetap tidak bisa mengerjakan soal adalah menjawab secara asal-asalan. Hindari juga praktik perjokian karena apabila diketahui oleh pengawas, akan menimbulkan masalah yang serius.

4. Kesalahan Akibat Faktor Eksternal dan Mental

Jalur mandiri sering kali memiliki biaya yang lebih mahal dibandingkan seleksi nasional, baik dari segi pendaftaran, uang kuliah tunggal (UKT), maupun uang pangkal. Calon mahasiswa harus mempertimbangkan biaya jauh-jauh hari agar memiliki persiapan dana lebih awal guna meminimalkan tekanan mental akibat persoalan biaya.

Selain itu, mempersiapkan mental juga menjadi hal yang harus dilakukan calon mahasiswa. Sering kali seleksi mandiri dianggap sebagai opsi terakhir sehingga tidak dipersiapkan dengan matang. Justru karena menjadi opsi terakhir, persiapan harus dilakukan secara maksimal agar tidak membuang biaya secara percuma dan dapat meminimalkan kegagalan.

Informasi mengenai kesalahan-kesalahan yang sering terjadi pada calon mahasiswa saat seleksi mandiri ini dapat menjadi pembelajaran bagi calon mahasiswa yang akan melanjutkan studi di perguruan tinggi. Kesalahan kecil bisa berdampak fatal dan menyebabkan siswa didiskualifikasi dari seleksi mandiri sehingga menimbulkan kerugian bagi diri sendiri.

Penulis: Diva Ayu Herdianasari

Editor : Aditya Novrian
#Kesalahan #calon mahasiswa #seleksi mandiri