MALANG KOTA – Jawa Pos Radar Malang bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang kembali gelar Diklat Jurnalistik Guru SMP/MTs se-Kota Malang, pada Senin (30/3).
Acara yang sudah digelar sejak 2023 lalu ini, telah sukses mengedukasi guru untuk menghadapi wartawan dan berita hoaks. Selain itu, pada 2025 kemarin sukses menerbitkan buku “Takdir Pena dan Kapur” pada 2025, tahun ini Jawa Pos Radar Malang bersama Disdikbud akan terus menggaungkan literasi untuk para guru SMP dan MTs di Kota Malang.
Pada kegiatan diklat tahun ini, Jawa Pos Radar Malang menggandeng salah satu Penulis Buku terbaik dari PT Cita Intrans Selaras Wawan Sulthon Fauzi MPd bersama Kepala Editor Penerbit PT. Cita Intrans Selaras Uni Ruchul Janah untuk menjadi salah satu pemateri dan merancang program untuk membuat buku antologi bagi seluruh peserta yang ikut.
Selain itu, peserta akan mendapatkan materi bagaimana membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) menerima wartawan bodrex dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dari Redaktur Senior Jawa Pos Radar Malang Mahmudan.
Untuk sekolah yang mendaftarkan gurunya sebelum tanggal 1 Maret, panitia memberikan potongan harga sebesar Rp 250 ribu, dari harga normal pendaftaran Rp 750 ribu.
Seluruh peserta akan mendapatkan fasilitas buku Antologi yang sudah ber-ISBN, publikasi prestasi sekolah di website Jawa Pos Radar Malang, serta sertifikat yang ditanda tangani Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana SE MM.
Koordinator Diklat Jurnalistik Guru SMP/MTs se-Kota Malang Bachtiar Eko S. sangat mengapresasi sekolah yang sudah mengirimkan gurunya untuk mengikuti kegiatan ini.
“Sekolah tidak akan rugi berinvestasi ilmu jurnalistik dan karya tulis buku untuk para gurunya. Karena informasi yang di dapat saat diklat bisa diaplikasikan secara nyata di sekolah dan peningkatan literasi guru tersebutr,” tutupnya. (bes)
Editor : A. Nugroho