AKTIVITAS di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 47 Malang, Kecamatan Singosari berjalan seperti biasa pada Selasa (24/2) lalu. Siswa-siswi mengikuti pembelajaran seperti hari biasanya. Misalnya di kelas 10C yang sedang belajar Bahasa Indonesia.
Meski sedang berpuasa, mereka nampak semangat mendengarkan materi yang disampaikan gurunya. Siswa-siswi SRT 47 Malang memulai kembali aktivitas belajarnya sejak Senin (23/2) lalu. Namun, karena bersifat boarding school, mereka tiba di sekolah pada Minggu (22/2) pukul 16.00.
Sebelum libur panjang sepekan, orang tua mereka juga sempat diundang ke sekolah. Mereka bersama guru, wali asuh, wali asrama, dan tenaga pendidik saling meminta maaf dan memaafkan sebelum Ramadan. Kegiatan selama Ramadan dimulai dari pukul 03.00 untuk sahur.
Setiap wali asuh membangunkan siswa-siswi dengan sabar sampai mereka terbangun. ”Kami melakukan pendekatan humanis, bukan pendekatan yang kasar. Membangunkan anak sahur juga pelan-pelan, tidak boleh dengan cara yang membuat anak kaget. Itu memang menjadi tantangan kami,” ucap Kepala SRT 47 Malang Warsito.
Makanan sahur diberikan secara prasmanan. Menunya lengkap menyesuaikan kebutuhan gizi siswa-siswinya. Mulai dari asupan karbohidrat, protein, serat, hingga vitamin selalu lengkap dengan makanan ringan.
Sama seperti sahur, makanan untuk berbuka puasa juga disajikan secara prasmanan dengan gizi lengkap sekaligus makanan ringannya. Sekitar pukul 21.00, mereka diberi makanan tambahan. Seperti roti atau pisang. Namun, jika ada yang masih kenyang, akan diberikan saat sahur.
Setelah selesai, mereka diarahkan beribadah subuh berjamaah. Aktivitas berlanjut lagi dengan hafalan surat pendek Alquran sesuai kemampuan anak dan ditutup dengan kultum yang disampaikan wali asuh secara bergiliran.
”Kemudian, kami memberi evaluasi kepada mereka. Seperti Senin (23/2), saya sampaikan supaya anak-anak menjaga kesehatan dengan menjaga pola makan dan istirahat yang cukup serta jangan bergadang. Kalau tidak diingatkan, setelah pintu ditutup, ada yang masih belum tidur, itu yang kami pantau terus,” kata dia.
Selama Ramadan, senam pagi ditiadakan. Aktivitas olahraga diganti dengan bersih-bersih untuk melatih siswa-siswi menjaga kebersihan di lingkungan asrama. Kegiatan tersebut tidak perlu mengeluarkan energi sebesar berolahraga. Tujuannya supaya mereka kuat berpuasa.
Pembelajaran yang biasanya berlangsung pukul 07.00 pun diundur hingga 08.00. Jam pelajaran berkurang selama 10 menit dibanding hari biasa. Bagi siswa-siswi SD fase A (kelas 1-2), fase B (kelas 3-4), serta face C (kelas 5-6) menyesuaikan jam pelajaran, sedangkan bagi jenjang SMA berakhir pukul 14.45.
Saat istirahat sekitar pukul 12.00, bagi tiga siswa beragama lain mendapat jatah makan nasi kotak, tetapi dengan tetap menjaga toleransi. Bentuk toleransi lainnya seperti saat sebelum Ramadan, ketika wali murid diundang untuk bermaafan, siswa yang beragama lain itu membantu pendistribusian makanan.
Penguatan keagamaan Islam terus ditekankan selama Ramadan. Salah satunya dengan pembiasaan salat sunah. Seperti saat pagi ada salat duha dan malam ada tarawih. Imam salat menjadi tugas guru secara bergiliran.
Namun, untuk azan dan bilal saat tarawih dilakukan oleh siswa yang sudah memasuki usia akil baligh secara bergiliran sesuai jadwal. ”Kami bimbing dulu kalimat yang harus dilafalkan oleh bilal itu seperti apa, supaya mereka bisa belajar,” ucapnya.
Setelah tarawih, mereka tadarus sesuai kemampuannya. Karena kemampuan siswa-siswi yang usianya beragam juga berbeda. Ada yang sudah lancar membaca Alquran, ada yang belum lancar, ada yang belum bisa membaca sama sekali. Namun, mereka tetap dibimbing supaya bisa membaca kitab suci tersebut. Ada buku capaian untuk merekam perkembangan mereka selama Ramadan.
Begitu pula dengan kekuatan siswa-siswi untuk berpuasa. Utamanya bagi yang masih usia kelas 1 dan baru belajar berpuasa. Mereka diizinkan berbuka saat siang jika memang benar-benar tidak kuat.
”Ada satu anak yang pada hari pertama itu tidak kuat berpuasa sampai magrib, tidak apa-apa, karena dia juga masih belajar. Namun, kami berikan motivasi terus,” pungkasnya. (*/adn)
Editor : A. Nugroho