RADAR MALANG – Perubahan pendidikan yang dinamis dan kemajuan teknologi yang terbendung, membuat kurikulum harus senantiasa berganti. Hal ini merupakan bentuk adaptif agar tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta tantangan industri global yang makin kompleks.
Dalam perjalanannya, pendidikan Indonesia telah mengalami banyak perubahan sesuai dengan perkembangan zaman. Dimulai dari Kurikulum 1947 yang merupakan pengganti dari sistem pendidikan kolonial Belanda, hingga Kurikulum Merdeka yang menekankan pada pengembangan potensi peserta didik secara menyeluruh.
Dilansir dari laman Kemendikdasmen, perubahan kurikulum dipengaruhi oleh kebutuhan kompetensi. Dahulu, keberhasilan belajar sering diukur dari kemampuan menghafal materi dan memperoleh nilai tinggi. Namun, di era modern saat ini, tolok ukur tersebut tidak lagi relevan. Lapangan kerja membutuhkan talenta muda yang mampu menganalisis masalah, berpikir kritis, serta beradaptasi dengan perubahan.
Kedua, perubahan kurikulum terjadi karena hasil evaluasi dari kurikulum sebelumnya. Setiap kurikulum memiliki kelebihan dan kekurangan, seperti yang terlalu menekankan sumber belajar hanya dari guru, sehingga peserta didik kurang mampu mengeksplorasi pemahamannya, dan masih banyak lagi. Melalui evaluasi tersebut, dilakukan perbaikan agar pembelajaran juga berorientasi pada siswa (Student Centered Learning) atau SCL.
Ketiga, perubahan kurikulum didasari oleh pergeseran nilai sosial dan budaya. Saat ini pelajar tumbuh di era digitalisasi yang masif, sehingga kondisi tersebut menuntut kemampuan literasi digital yang baik, dan penanaman nilai dan karakter agar lebih bijak memanfaatkan teknologi.
Namun, pergantian kurikulum juga memiliki dampak yang signifikan. Tenaga pendidik menjadi salah satu yang harus senantiasa beradaptasi dengan perubahan kurikulum. Biasanya guru dan kepala sekolah harus bekerja ekstra untuk memperbarui perangkat pembelajaran dan sistem penilaian peserta didik.
Meskipun begitu, perubahan kurikulum yang adaptif dapat meningkatkan potensi Indonesia bisa bersaing di kancah global dan mencetak generasi emas yang siap menghadapi masa depan.
Penulis: Xeon Rhao Loudra Widadi
Editor : Aditya Novrian