KABUPATEN MALANG - Program Bantuan Sumur Bor gratis yang digagas Lembaga Amil Zakat BMH Kantor Unit Layanan Zakat Malang kian meluas. Hingga Maret 2026, ada 252 titik sumur bor di seluruh Jawa Timur.
Manfaatnya dirasakan langsung masyarakat. Mulai dari pondok pesantren, masjid, yayasan Islam, hingga institusi sekolah MTs NU Pakis bahkan di SMPN 2 Kasembon.
Kepala SMPN 2 Kasembon, Fifti Imro’atus Rosyidah bersyukur atas hadirnya program ini. ”Selama 22 tahun kami hanya mengandalkan air sungai yang keruh. Kini dengan adanya bantuan sumur bor BMH, anak-anak bisa belajar dengan nyaman, lingkungan sekolah lebih sehat, dan kualitas hidup siswa akan meningkat,” ujarnya.
Hal serupa dirasakan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tajinan. Ratusan santri kini terbebas dari kesulitan air bersih. ”Dulu kami harus bergantung pada sungai untuk mandi dan beribadah. Sekarang semua berubah. Sumur bor ini benar-benar menjadi sumber kehidupan,” kata pengasuh pesantren.
Ketua BMH Malang, Lukmanul Khaqim, menegaskan komitmen lembaga dalam menghadirkan solusi berkelanjutan. Program Sedekah Sumur Bor ini tak sekadar menghadirkan air bersih, tetapi juga beri harapan.
”Kami ingin memastikan setiap titik sumur bor menjadi sumber kehidupan yang berkelanjutan, sejalan dengan komitmen Pembangunan berkelanjutan SDGs,” jelasnya.
Sumur bor BMH berada di Sumbermanjing Wetan, Dampit, Tajinan, Bantur, Pakis, Kasembon dan Karangploso. Luasnya sebaran ini menjadi program bukti nyata bahwa kepercayaan dermawan akan donasinya tersalur tepat untuk kebutuhan air bersih di masyarakat. (bes/gp)
Editor : A. Nugroho