MALANG KOTA – Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (UB) menyelenggarakan kuliah tamu spesial dengan menghadirkan Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Puspa. Acara yang berlangsung pada Kamis pagi (12/3) itu fokus mengangkat tema "Strategi Smart and Sustainable Hospitality". Sebuah diskusi mengenai industri pariwisata berbasis teknologi dan penguatan sumber daya manusia (SDM).
Wamenpar Ni Luh Puspa dalam pemaparannya menjelaskan bahwa strategi Smart and Sustainable Hospitality bertumpu pada dua pilar utama. Yang pertama efisiensi teknologi, yakni transformasi digital bukan untuk menggantikan peran manusia, melainkan sebagai alat untuk meningkatkan efektivitas layanan pariwisata.
Pilar yang ke dua ialah kualitas SDM Vokasi, yakni dengan menyiapkan tenaga kerja yang tidak hanya terampil secara teknis. Tetapi memiliki karakter dan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan serta budaya lokal.
"Ekosistem pariwisata masa depan harus mampu memberikan pengalaman yang terintegrasi secara digital namun tetap memiliki dampak positif bagi kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat lokal," tutur Ni Luh Puspa.
Di hadapan mahasiswa dan akademisi, Ni Luh Puspa menekankan bahwa ekosistem pariwisata masa depan tidak lagi hanya menjual keindahan alam. Melainkan pengalaman yang terintegrasi secara digital dan berdampak nyata bagi kelestarian lingkungan.
Dalam paparannya, Ni Luh Puspa memperkenalkan inovasi teknologi terbaru Kemenpar, yaitu MaiA (Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia). Asisten virtual berbasis AI ini dirancang untuk mendampingi wisatawan mulai dari perencanaan perjalanan, pemesanan, hingga penerjemah multibahasa.
"Teknologi digital seperti AI dan media sosial kini menjadi arsitek keputusan berwisata. Di tahun 2026, diproyeksikan sebanyak 54% wisatawan akan menggunakan AI untuk merencanakan perjalanan mereka," ujar Ni Luh Puspa.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Internasionalisasi Universitas Brawijaya, Prof. Andi Kurniawan, S.Pi., menyoroti pergeseran fundamental cara masyarakat mengakses informasi dan berinteraksi dengan industri. Karena perkembangan teknologi yang masif.
"Teknologi berkembang dan semuanya kini berbeda. Masyarakat tidak lagi mencari media konvensional, melainkan beralih ke media yang lebih mudah dijangkau. Teknologi memang bisa saja menakutkan, tetapi disisi lain, ia sangat bisa membantu kita jika dikelola dengan tepat," tegas Prof. Andi Kurniawan.
Beliau juga menekankan pentingnya bagi akademisi dan mahasiswa untuk beradaptasi dengan media baru yang lebih aksesibel guna mendukung ekosistem pariwisata yang lebih modern.
Sebagai bentuk nyata penguatan antara dunia pendidikan dan industri, acara ini ditutup dengan prosesi penandatanganan kerja sama oleh Ni Komang Tia, selaku Ketua Casa Grande sekaligus General Manager Hotel Grand Inna Surabaya.
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis bagi Fakultas Vokasi UB untuk memastikan mahasiswa tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki karakter. Serta kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan serta budaya lokal sesuai dengan kebutuhan industri perhotelan saat ini.
Editor : A. Nugroho