RADAR MALANG – Pada 16-17 Maret 2026 kemarin, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) meluncurkan program Mudik Asyik Baca Buku (MABB) 2026. Sebanyak 24 ribu buku dibagikan di 9 titik.
9 titik tersebut meliputi Stasiun Pasar Senen, Stasiun Gambir, Terminal Kalideres, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Pulo Gebang, Bandara Halim Perdanakusuma, Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Merak (Banten), serta Terminal Pakupatan di Serang, Banten.
Baca Juga: Kemendikdasmen Tetapkan Standar Penyelenggaraan Ajang Talenta Murid, Begini Aturannya
Program ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kegiatan edukatif bagi para pemudik selama libur lebaran.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, saat membuka acara di Stasiun Pasar Senen, Senin (16/3), mengungkapkan apresiasinya karena program ini telah berjalan rutin dari 2023.
“Program ini adalah bagian dari upaya kami untuk terus memupuk dan meningkatkan budaya membaca, khususnya bacaan yang berkualitas. Sasaran utamanya adalah buku anak-anak, agar anak-anak lebih banyak memegang buku daripada memegang gawai,” ujar Mendikdasmen.
Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dora Amalia, menegaskan bahwa program ini merupakan komitmen pemerintah dalam meningkatkan literasi masyarakat Indonesia. Buku yang dibagikan telah dipilih agar sesuai dengan karakter anak serta bebas dari konten negatif.
Baca Juga: Kemendikdasmen Beri Relaksasi Dana BOSP 2026 untuk Guru Honorer dan Tenaga Kependidikan
Langkah ini juga diambil sebagai upaya mengalihkan perhatian anak-anak dari penggunaan gawai yang berlebihan selama perjalanan jauh. Dora berharap momentum mudik menjadi kesempatan emas bagi orang tua untuk mengenalkan kembali budaya membaca buku secara fisik kepada anak mereka.
"Kami melihat anak-anak kini semakin akrab dengan telepon pintar, maka ini adalah kesempatan memperkenalkan kembali buku sebagai teman perjalanan," ujar Dora. Target penyaluran tahun ini pun meningkat signifikan dibandingkan tahun 2025 yang hanya berjumlah 20 ribu buku.
Editor : Aditya Novrian