RADAR MALANG - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menekankan bahwa penguatan karakter dan nilai toleransi merupakan elemen penting dalam sistem pendidikan nasional. Hal tersebut ditegaskannya saat menghadiri pertemuan tokoh lintas agama yang diinisiasi oleh Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) di Jakarta, Senin (16/3).
Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa Kemendikdasmen kini tengah memprioritaskan penyediaan pendidikan bermutu bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Agenda ini menjadi bagian dari misi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus mencetak generasi yang kompetitif di kancah global.
Baca Juga: Kemendikdasmen Beri Relaksasi Dana BOSP 2026 untuk Guru Honorer dan Tenaga Kependidikan
"Indonesia adalah rumah bersama. Anak-anak kita harus memiliki jiwa keindonesiaan serta tanggung jawab kolektif untuk memajukan negeri ini," ujar Mendikdasmen. Guna mendukung hal tersebut, kementerian terus memperluas kolaborasi dengan berbagai lembaga pendidikan dari beragam latar belakang organisasi keagamaan.
Selain penguatan nilai moral, Mendikdasmen juga mendorong para siswa memiliki growth mindset atau pola pikir bertumbuh melalui forum virtual "Pak Menteri Menyapa". Ia berpesan agar pelajar tidak takut gagal dan selalu konsisten melakukan perubahan positif meski melalui langkah-langkah kecil setiap harinya.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menambahkan bahwa forum tersebut merupakan komitmen pemerintah untuk mendengarkan aspirasi peserta didik secara langsung. Kegiatan ini melibatkan berbagai organisasi pelajar besar seperti Patriot Pelajar Mahasiswa (PPM), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), dan Ikatan Pelajar Persatuan Islam (IP Persis).
Baca Juga: Kemendikdasmen Tetapkan Standar Penyelenggaraan Ajang Talenta Murid, Begini Aturannya
Hingga Februari 2026, sejumlah capaian penting telah dilaporkan, termasuk distribusi ratusan ribu papan interaktif pintar untuk mendukung digitalisasi pembelajaran. Selain itu, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) terus digalakkan sebagai panduan pembentukan karakter harian siswa.
Pemerintah juga fokus pada pemerataan akses melalui optimalisasi Program Indonesia Pintar (PIP) dan Beasiswa ADEM bagi wilayah 3T. Langkah ini dibarengi dengan revitalisasi infrastruktur yang telah menjangkau 16.167 sekolah di seluruh Indonesia demi menjamin lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Editor : Aditya Novrian