MALANG, RADAR MALANG – Mendekati musim ujian jenjang SD dan SMP, pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) akan dilangsungkan secara bersamaan dengan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Kebijakan ini menyatukan dua penilain besar dalam satu periode ujian untuk efisiensi waktu.
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Kemendikdasmen, Rahmawati menjelaskan penggabungan pelaksanaan TKA dan AN didasarkan pada pertimbangan efisiensi dan efektivitas. Dengan begitu, jumlah tes yang harus diikuti sekolah akan berkurang.
Pelaksanaan AN akan dilakukan bersamaan dengan TKA untuk jenjang SD/MI/sederajat pada 20 hingga 30 April 2026. Sementara itu, untuk jenjang SMP/MTs/sederajat, ujian akan berlangsung lebih awal, yaitu pada 6 hingga 16 April 2026.
Meskipun dilaksanakan bersamaan, TKA dan AN memiliki perbedaan mendasar dari segi pengertian, fungsi, hingga materi yang dinilai.
Perbedaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Asesmen Nasional (AN)
Dari pengertian, TKA adalah asesmen standar nasional yang dirancang untuk mengukur capaian akademik murid pada mata pelajaran tertentu. Asesmen ini berpedoman pada kurikulum yang berlaku saat ini.
Sementara itu, AN merupakan asesmen yang digunakan untuk mengukur mutu pendidikan di seluruh satuan pendidikan dan daerah. AN tidak berfokus pada individu, melainkan pada kualitas sistem pendidikan secara keseluruhan.
TKA berperan mengukur capaian akademik individu murid secara objektif pada mata pelajaran tertentu. Hasilnya dapat digunakan untuk melihat pencapaian belajar masing-masing siswa dan digunakan untuk mendaftar ke jenjang selanjutnya.
Baca Juga: Lima Sekolah di Kabupaten Malang Tak Ikut TKA
Sedangkan AN berfungsi untuk menilai kualitas pendidikan dan mengevaluasi sistem pendidikan. Informasi yang diperoleh dari AN akan digunakan untuk perbaikan kualitas belajar mengajar, bukan sebagai nilai individu murid.
Dari segi materi, TKA untuk jenjang SD/MI dan SMP/MTs hanya mengujikan dua mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia dan Matematika. Kedua mata pelajaran ini menjadi fokus utama dalam pengukuran capaian akademik siswa.
Sementara AN menilai tiga aspek utama. Pertama, Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang mencakup literasi dan numerasi, yang ada di dalam mata pelajaran yang diujikan dalam TKA.
Kedua, Survei Karakter yang dikerjakan oleh murid untuk mendapatkan hasil belajar sosial-emosional. Ketiga, Survei Lingkungan Belajar yang mengumpulkan informasi tentang kualitas proses pembelajaran yang menunjang pembelajaran di sekolah.
Editor : Aditya Novrian